Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Baik! Sebanyak 3,59 Juta Orang Dapat Kerja di Awal 2025

📅 Senin, 26 Mei 2025, 16:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Baik! Sebanyak 3,59 Juta Orang Dapat Kerja di Awal 2025 Doc: ANTARA FOTO/ Yusuf Nugroho
Ket. Ilustrasi - Sejumlah pekerja rokok memproduksi Sigaret Kretek Tangan (SKT) di Kudus, Jawa Tengah, Senin (24/3/2025).

JAKARTA - Penyerapan angkatan kerja baru mendorong pertumbuhan ekonomi karena adanya tambahan tenaga kerja yang produktif. Tenaga kerja ini dapat berkontribusi pada peningkatan produksi barang dan jasa, yang pada gilirannya meningkatkan PDB (Produk Domestik Bruto). 

Dengan adanya lapangan kerja baru, maka angkatan kerja baru dapat memperoleh pendapatan, yang dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka dan keluarga mereka. Peningkatan pendapatan dan lapangan kerja baru dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan, seperti akses ke pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 3,59 juta angkatan kerja baru terserap ke dunia kerja per Februari 2025.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/5), mengatakan angka ini jauh melampaui angka tambahan pengangguran sebanyak 83 ribu orang.

“Tambahan penyerapan angkatan kerja yang bekerja lebih besar daripada tambahan angkatan kerja yang menganggur. Dari 3,67 juta penambahan angkatan kerja, 3,59 juta penduduk (97,73 persen) terserap sebagai penduduk bekerja,” kata Amalia.

Tak hanya jumlahnya yang meningkat, Amalia mengatakan pemerataan serapan tenaga kerja juga meluas ke berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur hingga perdagangan informal.

Sektor industri pengolahan mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam penyerapan tenaga kerja, terutama industri alas kaki, yang menyerap tambahan 200 ribu pekerja baru.

Selain itu, beberapa subsektor industri lainnya juga menunjukkan performa serupa, seperti industri alat angkutan ringan (tambahan 99,9 ribu pekerja); industri pengolahan buah dan sayur (naik 98,9 ribu pekerja); dan industri barang dari plastik dan tembakau, yang masing-masing menyerap lebih dari 50 ribu pekerja baru.

Di sektor perdagangan, lapangan kerja juga tumbuh pesat, dengan peningkatan terbesar justru terjadi di ritel nonmodern.

Beberapa di antaranya adalah perdagangan eceran makanan dan minuman bukan di supermarket (668 ribu pekerja baru); perdagangan keliling makanan dan minuman hasil industri pengolahan (193 ribu); dan PKL sayur dan bahan makanan di pasar tradisional (136 ribu).

Sementara itu, sektor pertanian tetap menjadi penopang utama dengan menyerap lebih dari 28 juta pekerja secara keseluruhan.

Tiga subsektor yang mencatatkan peningkatan serapan tertinggi adalah perkebunan kelapa sawit (397 ribu pekerja); tanaman bahan minuman seperti teh dan kopi (357 ribu); dan perkebunan karet dan getah (225 ribu).

“Peningkatan ini sejalan dengan harga komoditas yang membaik dan ekspansi lahan perkebunan di luar Jawa,” katanya.

Selain itu, sektor jasa juga berkontribusi terhadap peningkatan lapangan kerja. Di antaranya pendidikan (89 ribu tenaga kerja tambahan); kesehatan dan kegiatan sosial (naik 60 ribu pekerja); transportasi dan pergudangan (tumbuh 98 ribu).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.