Pengembangan Moderasi Beragama Menjadi Fokus Sulawesi Barat
Selasa, 14 Okt 2025, 13:18 WIBJAKARTA â Memang aneh bangsa ini. Mengaku orang beragama tetapi mudah disulut isu-isu berbau agama. Mudah marah tidak ramah kepada orang beragama lain yang dianggap salah. Lalu muncul persekusi. Untuk itu, diperlukan edukasi akan pentingnya moderasi beragama: beragama dengan hati, ramah, dan tepo seliro kepada sesama meski beda agama.Â
Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Barat (Sulbar), Salim S Mengga, melakukan pertemuan dengan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar untuk membahas sinergi pembangunan dan moderasi beragama Sulbar. "Kami ingin memastikan seluruh masyarakat Sulbar mendapatkan layanan keagamaan dan pendidikan yang merata sesuai visi pembangunan daerah yang berkeadilan," kata Wagub Salim Mengga dalam keterangan yang diterima di Mamuju, Selasa.
Pada pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama (Kemenang) di Jakarta itu, Wagub Sulbar dan Menag Nasaruddin membahas berbagai isu strategis, termasuk peningkatan kualitas madrasah, penguatan peran penyuluh agama, serta kolaborasi dalam program moderasi beragama di wilayah Sulbar. "Kunjungan ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam bidang pembangunan keagamaan, pendidikan Islam serta pembinaan kehidupan beragama di Sulbar," ucap Salim Mengga.
Wagub menyampaikan komitmen pemerintah daerah mendukung program Kemenag, terutama dalam menjaga kerukunan umat beragama dan memperluas akses pendidikan berbasis nilai keislaman. Ia berharap sinergisitas antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar dengan Kemenag tidak hanya berdampak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak masyarakat.
"Kami percaya pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagaimana membangun manusia yang beriman, berakhlak, dan cinta Tanah Air," ujar Wagub Salim Mengga. Sementara Menag Nasaruddin Umar menyambut baik langkah proaktif yang dilakukan Pemprov Sulbar dalam mendukung program-program dari pemerintah pusat, khususnya Kemenag.
"Kami mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Pemprov Sulbar, terutama dalam penguatan moderasi beragama di Sulbar," kata Menag Nasaruddin Umar. Ia berharap sinergi tersebut dapat mempercepat realisasi program-program strategis nasional di bidang keagamaan di Provinsi Sulbar. "Semoga melalui pertemuan ini program-program strategi nasional, khususnya di bidang keagamaan dapat segera terealisasi di Sulbar," ucap Menag Nasaruddin Umar.
Pesantren
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyebutkan Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian khusus kepada pondok pesantren di Indonesia, yang ditekankan pada pada tiga hal utama.
"Pertama, pendidikan anak-anak di mana perhatian kepada pesantren tidak lain adalah perhatian pemerintah atas keselamatan dan kenyamanan pendidikan anak-anak didik kita semua, terutama anak-anak usia sekolah dan santri," kata Menko Muhaimin Iskandar dalam kegiatan Penandatanganan Kesepakatan Bersama (PKB) terkait Sinergi Dalam Penyelenggaraan Infrastruktur Pesantren di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Selasa.
Kedua, Menko Muhaimin menyebut pondok pesantren menjadi perhatian pemerintah untuk hadir dan selalu memberikan jalan keluar yang cepat dan tepat bagi setiap masalah yang dihadapi masyarakat. Ketiga, lanjut dia, Presiden memiliki hubungan historis yang sangat kuat dengan pesantren sebagai lembaga pendidikan.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Sekolah Rakyat Masih Banyak Kekurangan Sarana Prasarana
-
Transmigrasi Bukan Lagi Soal Pindah Penduduk, tapi Distribusi Otak dan Tenaga Unggul
-
50 Titik WiFi Gratis Disiapkan Pemkot Palembang
-
Kemenag Buka Pendaftaran Seleksi Nasional Madrasah Unggulan
-
BMKG: Sebagian Jakarta Diprakirakan Hujan Ringan Kamis Pagi Ini
-
Arsenal Didenda FA Karena Langgar Alokasi Tiket Piala FA Lawan MU
-
Polres Bima Kota Selidiki Pria Tewas Hanyut di Pantai Pancala
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.