Manajer Timnas: Kluivert Sosok Utama Dievaluasi

Selasa, 14 Okt 2025, 07:36 WIB

JAKARTA - Kegagalan Tim Nasional Indonesia menembus putaran final Piala Dunia 2026 memunculkan desakan evaluasi terhadap tim kepelatihan Patrick Kluivert. Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, menegaskan bahwa pelatih asal Belanda itu menjadi sosok utama yang harus dievaluasi kinerjanya.

Skuad Garuda dipastikan tersingkir di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia setelah menelan dua kekalahan beruntun, masing-masing dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1). Seluruh laga Grup B ronde keempat berlangsung di Stadion King Abdullah, Jeddah, Arab Saudi.

Ket. Foto: Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert memimpin sesi latihan di Training Center Bali United, Pantai Purnama, Gianyar, Bali, Selasa (27/5). Hari kedua pemusatan latihan Timnas Indonesia menjelang laga lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2026 itu diikuti oleh 25 orang pemain. — Sumber: ANTARA/Fikri Yusuf

Kluivert, yang diperkenalkan pada tanggal 6 Januari 2025 menggantikan Shin Tae-yong, semula diharapkan membawa angin segar bagi timnas. Namun, eks legenda Barcelona itu gagal memenuhi ekspektasi dengan torehan hanya enam poin dari enam laga resmi. “Tim pelatih yang harus dievaluasi. Para pemain hanya menjalankan instruksi pelatih,” ujar Sumardji, yang telah menjadi manajer tim sejak 2023.

Dari enam pertandingan resmi di bawah Kluivert, Indonesia hanya meraih dua kemenangan atas Tiongkokdan Bahrain. Empat laga lain berakhir kekalahan telak dari Jepang (0-6), Australia (1-5), Arab Saudi (2-3), dan Irak (0-1). Dalam rentang itu, skuad Garuda mencetak enam gol dan kebobolan 15 kali.

Menurut Sumardji, kegagalan ini tak bisa dilepaskan dari proses transisi kepelatihan usai kepergian Shin Tae-yong. “Saya orang lama di timnas, tahu betul dinamika di dalam. Sejak putaran pertama kualifikasi saya sudah ikut mendampingi. Jadi, kalau mau bicara evaluasi, ya pelatih yang harus dievaluasi. Titik,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga menyoroti hasil minor timnas. Dia menyebut pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. “Kita coba lagi, evaluasi, perbaiki. Jangan patah semangat. Jangan pernah lelah mencintai Timnas,” kata Pras, sapaan akrabnya. Dia mengatakan ini, usai menghadiri rapat terbatas di kediaman Presiden di Kertanegara, Jakarta, Minggu (12/10) malam.

Meski kecewa, Pras menilai performa skuad Garuda di bawah Kluivert tetap patut diapresiasi. “Tadi malam mainnya luar biasa, sebenarnya bagus, tapi mungkin nasib belum berpihak,” ujarnya. Dalam laga terakhir di Jeddah, Indonesia sejatinya tampil solid dan mampu memberikan perlawanan sengit. Namun, gol tunggal Zidane Iqbal memastikan kemenangan Irak dan menutup peluang Indonesia menuju Piala Dunia 2026.

Kekalahan itu menjadi pukulan telak bagi publik sepak bola nasional. ben/G-1

  • hasil timnas indonesia

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.