Jembatan Pandansimo Jadi Magnet Baru Ikon Destinasi Wisata Bantul
Selasa, 14 Okt 2025, 00:56 WIBBANTUL â Masyarakat Bantul kini memiliki magnet baru yang menjadi ikon wisata. Dialah Jembatan Pandansimo. Sayangnya, masyarakat jorok karena menyampah di area untuk foto-foto tersebut. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meminta pengunjung atau masyarakat yang berkunjung ke sekitar Jembatan Pandansimo, Poncosari, Srandakan, agar menjaga kebersihan lingkungan guna menjaga kawasan tersebut tetap asri.Â
Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho di Bantul, Senin, mengatakan telah mendapat informasi tentang adanya sampah liar di taman sekitar Jembatan Pandansimo usai proyek strategis nasional tersebut dibuka dan menjadi daya tarik masyarakat.
"Ya kami mengharap kepada semua masyarakat dan para pengunjung tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, termasuk di area Jembatan Pandansimo," katanya. Selain di taman sekitar Jembatan Pandansimo, kata dia, wisatawan agar menjaga kebersihan di bahu jalan jembatan, maupun kawasan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang berada dalam kawasan wisata pantai selatan Bantul tersebut.
Meski demikian Bambang mengatakan sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan di taman sekitar Jembatan Pandansimo tersebut, akan disediakan tempat sampah yang memadai dan menjangkau semua. "Akan segera kita cek dan koordinasikan untuk tong sampahnya. Tentu harus dikoordinasikan dulu, karena Jembatan Pandansimo tersebut merupakan aset pemerintah pusat," katanya.
Sementara itu Lurah atau Kepala Desa Poncosari Supriyanto mengatakan aparat pemerintah Bantul agar melakukan penertiban masyarakat maupun pedagang yang tidak mematuhi larangan membuang sampah di area Jembatan Pandansimo. "Semoga segera ditertibkan, jangan timbul kesan jorok, ada petugas yang sering kontrol, dan kepada warga baik pedagang maupun warga ada itikad baik, dan bertanggung jawab demi kenyamanan bersama," katanya.
Terlebih Jembatan Pandansimo yang menjadi penghubung pantai selatan antara Bantul dengan Kulon Progo itu, kata dia, saat ini menjadi destinasi baru bagi wisatawan untuk sekadar melintas maupun berhenti di taman dan menikmati pemandangan laut selatan dari jembatan.
Penertiban Pedagang
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bakal menertibkan para pedagang asongan yang berjualan di area Jembatan Pandansimo, menyusul telah dibukanya proyek strategis nasional di jalur selatan tersebut. Kepala Satpol PP Bantul Jati Bayu Broto di Bantul, Senin, mengatakan berdagang di bahu jalan sekitar Jembatan Pandansimo tidak diizinkan, karena selain mengganggu estetika juga membahayakan keselamatan baik diri maupun pengguna jalan.
"Berjualan di bahu jalan, apalagi di area jembatan tidak mungkin diizinkan. Satpol PP akan melaksanakan penertiban terhadap pedagang maupun warga yang berhenti dan nongkrong di area jembatan," katanya. Menurut dia, langkah penertiban pedagang di sekitar Jembatan Pandansimo tersebut ditempuh karena dalam patroli yang dilakukan aparat ditemukan ada pedagang yang berjualan, karena memanfaatkan masyarakat yang berhenti menikmati suasana jembatan.
"Kemarin sudah kita lakukan patroli pemantauan, utamanya di sore hari banyak pengunjung yang mencoba jembatan baru. Situasi ini dimanfaatkan oleh para pedagang asongan untuk berjualan," katanya. Berdasarkan pemantauan aparat Satpol PP, kata dia, pedagang yang berjualan di area jembatan yang menghubungkan Bantul dengan Kulon Progo tersebut ada yang berasal dari Bantul, Kulon Progo, bahkan ada juga yang ber-KTP luar DIY. "Saat ini masih sosialisasi dan imbauan dulu. Minggu depan saya akan patroli mengajak personel gabungan Dinas Perhubungan. Karena dampaknya terjadi kerumunan dan sampah yang ditinggalkan, bahkan sampah plastik dibuang di taman jembatan," katanya.
Lebih lanjut Jati mengatakan masyarakat diizinkan untuk mencoba Jembatan Pandansimo dan menikmati keindahan sekitar, mengingat jembatan yang bisa langsung melihat pemandangan laut tersebut menjadi ikon baru pariwisata selatan. "Tetapi diimbau tidak berhenti dan nongkrong di area sepanjang jembatan. Berjualan di bahu jalan juga tidak diperbolehkan, apalagi dengan membuang sampah sembarangan. Mari kita jaga bersama aset kebanggaan warga DIY," katanya.
- Jembatan Pandansimo
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Sekdaprov Jambi lepas 445 calon haji Kloter 18 asal Kerinci & Merangin
-
Harkitnas ke-117, Kejaksaan Agung Teguhkan Komitmen Bangun Indonesia Kuat dan Berdaya Saing
-
Kru Shenzhou-20 Bersiap Lakukan "Spacewalk" Perdana
-
Vandoorne dan Rowland Bagi Kemenangan di Tokyo E-Prix, Nissan Unggul di Kandang Sendiri
-
Wakil Ketua MPR Tekankan Penguatan Pendidikan Vokasi
-
Ketua DPR RI Minta Pemerintah Bubarkan Ormas Pengganggu dan Meresahkan
-
Football Institute Duga STY Gunakan “Buzzer” dari Temuan Drone Emprit
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.