Netanyahu Batal Hadiri Undangan Trump ke KTT Gaza setelah Turki Ancam Tarik Diri

Senin, 13 Okt 2025, 22:05 WIB
SHARM EL SHEIKH -  Rencana menit-menit terakhir Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke pertemuan puncak multinasional Gaza di Mesir harus dibatalkan setelah presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan mengatakan,  dia tidak akan mendaratkan pesawatnya di Sharm el-Sheikh jika undangan itu berlaku.
Dilansir oleh The Guardian, kontroversi dimulai setelah diumumkan bahwa perdana menteri Israel telah menerima undangan terbaru dari Trump ke konferensi yang diketuai bersama oleh presiden AS dan mitranya dari Mesir, Abdel Fatah al-Sisi, di Mesir.
Kehadiran Netanyahu di pertemuan puncak di Sharm el-Sheikh tampaknya telah dipastikan oleh Trump melalui panggilan telepon dari Israel pada Senin pagi dengan Sisi.
Tidak jelas apakah penolakan ErdoÄŸan untuk mendarat di KTT tersebut menjadi penyebab Netanyahu mengubah rencananya, tetapi diketahui bahwa ia berbicara kepada Sisi untuk menyampaikan keberatannya dari pesawatnya di atas Mesir .
Pernyataan dari kantor Perdana Menteri Israel menyatakan: "Perdana Menteri Netanyahu diundang oleh Presiden AS Trump untuk berpartisipasi dalam konferensi yang berlangsung hari ini di Mesir. Perdana Menteri berterima kasih kepada Presiden Trump atas undangannya, tetapi menyatakan bahwa beliau tidak dapat hadir karena acara tersebut berdekatan dengan awal hari raya."
Tokoh-tokoh ekstrem kanan dalam pemerintahan koalisi Netanyahu juga mengancam akan mengundurkan diri jika ia pergi ke konferensi tersebut.
Surat perintah penangkapan dari pengadilan pidana internasional telah dikeluarkan terhadap Netanyahu atas dugaan kejahatan perang di Gaza . Meskipun Mesir bukan penandatangan pengadilan tersebut, kehadirannya di KTT tersebut akan menimbulkan kontroversi, termasuk di antara negara-negara Arab yang belum menormalisasi hubungan dengan Israel. Lebih dari 20 pemimpin dunia dijadwalkan menghadiri KTT yang diselenggarakan secara tergesa-gesa tersebut.
Perselisihan tentang kehadiran Netanyahu menunjukkan betapa sulitnya bagi beberapa negara Muslim untuk menormalisasi hubungan dengan Israel seperti yang diinginkan Trump.
Foto-foto ErdoÄŸan yang sedang bernegosiasi dengan Netanyahu atau berjabat tangan dengan pemimpin Israel tersebut akan berdampak buruk bagi pemimpin Turki tersebut di dalam negeri, dan juga akan menimbulkan pertanyaan tentang rencana peran Ankara dalam pasukan stabilisasi internasional yang akan menjaga keamanan di Gaza. ErdoÄŸan telah berulang kali menyebut tindakan Israel di Gaza sebagai genosida.
  • KTT Gaza

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.