Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Kaltim Gandeng Lintas Sektor Konservasi Kawasan Pesisir Dukung Ekonomi biru

📅 Senin, 13 Okt 2025, 10:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Kaltim Gandeng Lintas Sektor Konservasi Kawasan Pesisir Dukung Ekonomi biru Doc: YKAN
Ket. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim Irhan Hukmaidy-

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menggandeng lintas sektor dalam melakukan konservasi kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil di Kabupaten Berau, untuk pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan ekonomi biru.

"Di Kabupaten Berau ada wilayah pesisir dan laut yang strategis pengembangan ekonomi biru, yaitu Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KKP3K-KDPS)," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim Irhan Hukmaidy di Samarinda, Senin.

Sedangkan lintas sektor yang dilibatkan dalam konservasi kawasan pesisir ini merupakan dinas dan lembaga di tingkat provinsi dan kabupaten, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan.

Selain itu, Dewan Daerah Perubahan Iklim, Dinas Pariwisata, Bappeda, serta perguruan tinggi dan kelompok masyarakat, termasuk pengelola mangrove tingkat desa. Bahkan, dari Kementerian Kelautan dan Perikanan juga ikut terlibat.

Hingga kini, lanjutnya, pihaknya menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat kesiapan daerah, termasuk pengembangan sistem data ekosistem pesisir, integrasi dengan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K), serta koordinasi lintas sektor untuk memastikan keselarasan dengan kebijakan nasional.

Keterlibatan mereka, bahkan sampai pelatihan yang digelar oleh Pemprov Kaltim dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) pada pekan lalu di Samarinda, yakni Pelatihan Teknis Kredit Karbon Biru, untuk memperkuat kesiapan teknis dan kelembagaan daerah dalam mengelola ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Ia mengatakan KKP3K KDPS Kabupaten Berau merupakan salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia, bahkan menjadi bagian dari segi tiga terumbu karang.

KKP3K KDPS yang memiliki luas lebih dari 285.000 hektare ini menyimpan potensi besar untuk pengembangan proyek karbon biru.

Dalam studi awal menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki sekitar 12.000 hektare mangrove dan hampir 2.000 hektare lamun yang berpotensi menyerap lebih dari 69 ribu ton karbon dioksida (CO₂) ekuivalen per tahun.

"Jika dikelola baik, potensi ini bernilai ekonomi mencapai sekitar 317.000 dolar AS per tahun (4,6 dolar per tCO₂e), dan dapat meningkat dengan memperhitungkan manfaat ekologis, seperti perlindungan pesisir, penyediaan habitat penting bagi biota, serta dukungan terhadap mata pencaharian masyarakat pesisir," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.