Menbud Dorong Penguatan Studi Kebudayaan Indonesia di Osaka

Minggu, 12 Okt 2025, 18:18 WIB

JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan pentingnya penguatan riset dan studi kebudayaan Indonesia di Osaka, Jepang sebagai fondasi pengembangan ilmu pengetahuan dan kerja sama internasional di bidang budaya.

Dalam kunjungannya ke National Museum of Ethnology (Minpaku) di Osaka, Fadli mengatakan bahwa Indonesia bukan hanya sumber warisan budaya dunia, tetapi juga pusat pengetahuan yang terus berkontribusi bagi perkembangan studi budaya dan humaniora global.

Ket. Foto: Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau pameran khusus “Humans and Boats: Maritime Life in Asia and Oceania” yang menampilkan koleksi perahu dan artefak bahari dari Indonesia, termasuk perahu tradisional, artefak suku Bajau, serta gambar perahu purba di gua Maros dan Muna. — Sumber: ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan

“Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Tetapi yang tak kalah penting adalah pengetahuan yang lahir dari kebudayaan itu sendiri. Melalui riset dan kerja sama akademik, kita memperdalam pemahaman tentang manusia, sejarah, dan peradaban,” kata Fadli dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (12/10).

Pertemuan di Minpaku menghadirkan para akademisi budaya di Jepang yang telah lama meneliti kebudayaan Indonesia, antara lain Wakil Direktur Minpaku sekaligus etnomusikolog yang meneliti musik Sunda Prof. Shota Fukuoka.

Lalu ada arkeolog maritim dan kurator pameran Asia–Oseania Prof. Rintaro Ono; etnolog dan peneliti seni bela diri tradisional pencak silat Dr. Hiroyuki Imamura; serta peneliti seni tari dan budaya Jawa Dr. Masami Okabe.

Diskusi berfokus pada kolaborasi riset dan pengembangan studi budaya di berbagai bidang, mulai dari etnomusikologi, tari, antropologi maritim, seni bela diri tradisional, hingga etnografi Nusantara.

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat jejaring riset kebudayaan Indonesia–Jepang serta membuka peluang pengembangan studi lintas disiplin antara akademisi kedua negara.

“Kerja sama riset ini adalah cara terbaik untuk memperluas pemahaman global tentang Indonesia dan menjadikan kebudayaan kita sebagai sumber ilmu pengetahuan yang hidup,” ujar Fadli.

Dia juga memaparkan sejumlah aktivitas kajian yang tengah dijalankan Kementerian Kebudayaan seperti pemugaran dan kajian situs Gunung Padang serta memperdalam studi berbagai warisan budaya seperti wayang dan dokumentasi manik-manik Nusantara.

“Kami juga baru saja menyepakati pengembalian 28.131 fosil Koleksi Dubois dari Belanda sebagai bagian dari riset warisan prasejarah Indonesia,” sambungnya.

Selain museum, Minpaku juga merupakan lembaga riset antropologi dan etnologi terkemuka di Asia, yang berada di bawah National Institutes for the Humanities (NIHU).

Didirikan tahun 1974 dan dibuka untuk publik pada 1977 di kawasan bekas Expo 1970 Osaka, tempat Indonesia pertama kali berpartisipasi dalam ajang Expo, Minpaku kini memiliki lebih dari 50 peneliti tetap serta koleksi etnografi dari seluruh penjuru dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli juga meninjau pameran khusus “Humans and Boats: Maritime Life in Asia and Oceania” yang dikuratori oleh Prof. Rintaro Ono. Pameran ini menampilkan koleksi perahu dan artefak bahari dari Indonesia, termasuk perahu tradisional, artefak suku Bajau, serta gambar perahu purba di gua Maros dan Muna.

“Koleksi ini menunjukkan bahwa peradaban maritim Nusantara merupakan salah satu yang tertua dan berpengaruh di dunia. Laut bagi Indonesia bukan sekadar sumber daya, melainkan ruang budaya dan pengetahuan yang membentuk identitas kita,” ucapnya.

Kemudian, Fadli meninjau pameran tetap kawasan Asia Tenggara bertema “A Day in the Life of Southeast Asia,” yang menampilkan dinamika kehidupan masyarakat di perdesaan dan perkotaan, dari aktivitas subsisten, rekreasi, hingga kesenian rakyat.

Menurutnya, sejumlah artefak Indonesia seperti topeng, wayang, batik, dan alat musik tradisional memperlihatkan kontribusi besar Indonesia terhadap mosaik peradaban Asia Tenggara. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.