Amanat Konstitusi, MPR RI Tekankan Pentingnya Kaderisasi Parpol Berbasis Iman dan Akhlak
Minggu, 12 Okt 2025, 18:52 WIBJAKARTA - Wakil Ketua Badan Penganggaran (Banggar) MPR RI Johan Rosihan menegaskan pentingnya membangun sistem kaderisasi partai politik yang berakar/berbasis pada nilai iman, takwa, dan akhlak mulia seperti yang diamanatkan konstitusi, khususnya Pasal 31 ayat (3) UUD 1945.
âKaderisasi adalah pendidikan politik yang menanamkan nilai iman dan akhlak. Dari sana lahir kader yang bukan hanya pandai berpolitik, tapi juga siap mengabdi dan memberi manfaat bagi bangsa,â kata Johan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (12/10).
Pesan itu disampaikan dalam kegiatan Sarasehan MPR RI yang digelar di dua lokasi berbeda, yakni Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Dompu.
Kegiatan ini mengangkat tema Kaderisasi sebagai Jalan Peradaban: Meneguhkan Amanat Pasal 31 Ayat (3) UUD 1945 dalam Pendidikan Politik Islam dan Kebangsaan dengan sub tema Dari iman dan takwa lahir kader berilmu, berakhlak, dan berkontribusi untuk Indonesia.
Johan mengatakan pendidikan politik harus diletakkan dalam kerangka besar mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan konstitusi.
Ia menilai sistem kaderisasi partai politik tidak boleh sekadar melatih keterampilan politik, tetapi harus membentuk manusia yang berkarakter, berakhlak, dan berintegritas tinggi.
Dalam diskusi, para peserta sarasehan menyoroti pentingnya membangun sistem kaderisasi yang berjenjang dan terkelola agar menjadi bagian dari pendidikan nasional yang mencetak generasi berkarakter Pancasila.
Johan menjelaskan bahwa Pasal 31 ayat (3) UUD 1945 menjadi dasar moral bagi semua lembaga, termasuk partai politik, dalam menjalankan fungsi pendidikan.
Menurutnya, partai politik adalah ruang strategis untuk mendidik warga negara agar memahami hak, tanggung jawab, dan etika berpolitik dalam bingkai kebangsaan dan keimanan.
âMPR RI melalui program sosialisasi Empat Pilar terus mendorong agar pendidikan politik dihidupkan dengan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kaderisasi harus menjadi bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana cita-cita konstitusi,â ujarnya.
Kegiatan di dua kabupaten ini juga menjadi wadah penguatan nilai kebangsaan di daerah, sekaligus meneguhkan bahwa pendidikan politik berbasis iman dan takwa dapat melahirkan pemimpin yang berilmu dan berkontribusi nyata untuk Indonesia.
Johan menutup kegiatan dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk menjadikan kaderisasi sebagai gerakan mencerdaskan bangsa yang berakar pada nilai spiritual dan moral.
âKita ingin lahir kader yang bukan hanya cerdas berpikir, tetapi juga bersih hati dan teguh prinsip. Dari iman dan takwa, lahirlah kader yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi untuk Indonesia,â tuturnya.
- Amanat Konstitusi
- Johan Rosihan
- Wakil Ketua Banggar MPR RI
- Kaderisasi Parpol
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Khasiat Madu dan Kunyit bagi Penderita Gangguan Asam Lambung serta Pencernaan
-
Minyakita Mahal Padahal Stok Aman? Siap-Siap, Polisi Mulai Lacak Mafia Distribusi
-
Meski di Tengah Tantangan Ekonomi, Uang Beredar April Tetap Naik Jadi Rp9.390 T
-
Dampak Tarif Trump: Ekspor Tiongkok ke AS bisa turun $485 Miliar pada Tahun 2027
-
Perusahaan Tolak CSR, Gubernur Kalteng Perintahkan Tutup Akses Truk
-
Menkomdigi di HPN: Jangan Biarkan Algoritma Menghancurkan Kepercayaan Publik!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.