Eddy Soeparno Dorong Penanganan Krisis Iklim Jadi Prioritas Nasional
Sabtu, 11 Okt 2025, 14:22 WIBJAKARTA - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menegaskan pentingnya menjadikan krisis iklim sebagai isu prioritas nasional. Pasalnya, perubahan iklim bukan lagi ancaman, tetapi kenyataan yang kini harus dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut diungkapkan Eddy saat menjadi pembicara dalam Konferensi Nasional Pascasarjana Ilmu Politik UI. Eddy didaulat untuk menjadi pembicara dengan tema ancaman krisis iklim di Indonesia. FISIP UI adalah kampus ke-35 dalam rangkaian acara MPR Goes to Campus yang diinisiasi Eddy Soeparno.
âKrisis iklim itu nyata ada di depan kita. Dampaknya sudah kita rasakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari mulai dari anomali iklim sampai dengan kualitas udara yang terus memburuk di kota-kota besar,â tegas Eddy di hadapan Civitas Academica UI di Depok.
âSekarang bukan lagi perubahan iklim tapi lebih tepat menyebutnya sebagai krisis iklim. Situasi saat seharusnya sudah menjadi wake up call agar penangangan krisis iklim menjadi prioritas dalam kebijakan nasional,â sambung Eddy.
Persoalan lingkungan lain yang disampaikan Doktor Ilmu Politik UI ini adalah penanganan sampah. Saat ini, Indonesia baru mampu mengelola 40 persen sampah, yang sebagian besar berasal dari rumah tangga dan pasar berupa sisa makanan serta plastik.
âTPA Bantar Gebang sekarang tingginya setara gedung 17 lantai. Selain di Bantargebang, masalah sampah meluas menjadi isu lingkungan, sosial hingga kesehatan. Sekarang saja misalnya kita bisa lihat tidak ada sungai di Indonesia yang ini bersih dari sampah,â ungkap Eddy.
Dalam upaya menjadikan krisis iklim sebagai prioritas nasional, Eddy Soeparno menyampaikan dirinya bersama Fraksi PAN DPR RI menginisiasi RUU Pengelolaan Perubahan Iklim.
âAlhamdulillah RUU Pengelolaan Perubahan Iklim sudah ditetapkan menjadi Prolegnas 2026. Karena itu ke depan kami membuka ruang diskusi, aspirasi dan juga masukan untuk penyempurnaan RUU ini termasuk di dalamnya meminta masukan dari kalangan kampus,â lanjutnya.
Waketum PAN ini menyampaikan tantangan yang dihadapi Indonesia hanya dapat dijawab dengan komitmen kolektif, keberanian mengambil kebijakan berorientasi jangka panjang, serta kolaborasi lintas sektor demi masa depan yang berkelanjutan.
âPersoalan iklim menyentuh kehidupan kita semua. Karena itu, saya sangat terbuka untuk kolaborasi dan kerja bersama lintas sektor. Ini bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga persoalan keberlangsungan bangsa,â pungkas Eddy.
Untuk diketahui, selain Eddy Soeparno, hadir pula pembicara lain yakni Peneliti Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Lili Romli, M.Si., serta Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Prof. Dr. Ujang Komarudin, M.Si.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Dubes Uni Emirat Arab Temui Pimpinan MPR Eddy Soeparno Tindak Lanjuti Perluasan Kerja Sama Bidang Energi Terbarukan
-
Usai Libur Lebaran, Arus Kendaraan di Jalan Basuki Rachmat Jaktim Kembali Padat
-
OTT Bea Cukai Berlanjut, KPK Dalami Dugaan Jaringan Korupsi Berlapis
-
Persija vs Arema FC: Ambisi Mauricio Souza Kejar Puncak Klasemen
-
Komoditi pinang pascabencana di Palembayan
-
Gubernur Pramono: Tarif Transjakarta Belum Naik, Masih Tahap Kajian
-
Atap Bocor, Plafon Gedung SDN 05 Pademangan Timur Ambrol Saat Siswa Sarapan MBG
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.