Terobosan Baru, BGN dan Dinkes Lebak Gelar Pelatihan bagi Penjamah MBG
Minggu, 05 Okt 2025, 13:13 WIBRANGKASBITUNG - Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat membuat terobosan baru dengan menggelar pelatihan bagi penjamah makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar menu yang disajikan kepada penerima manfaat layak konsumsi dan memenuhi ketentuan higienis.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Lebak Asep Royani dihubungi di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Minggu (5/10), mengatakan peserta pelatihan berasal dari tujuh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Pelatihan tersebut, kata dia, terkait dengan pengelola dapur SPPG memproduksi menu makanan yang bersih, bergizi, dan memiliki varian rasa sehingga penerima manfaat yang para pelajar tersebut tidak bosan untuk mengonsumsi makanan.
Ia mengakui selera pelajar berbeda-beda dalam mengonsumsi makanan, seperti ada di antara mereka tidak suka ikan.
Ia menjelaskan pentingnya pelatihan ini, salah satunya memberikan makanan berkualitas dan menyehatkan sehingga anak-anak tumbuh dan berkembang menjadi cerdas dan mengalami meningkatkan sumber daya manusia (SDM).
âKami bekerja keras agar program MBG itu, semua penerima manfaat dapat memenuhi kualitas gizi dan menyehatkan,â katanya.
Hingga saat ini, terdapat 27 SPPG di daerah setempat yang melaksanakan tugas secara aman dan lancar, termasuk tidak ditemukan laporan pelajar mengalami keracunan.
Pihaknya hingga saat ini masih melanjutkan proses bagi pengelola SPPG mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Sertifikat Halal.
Sertifikat tersebut, ujarnya, penting untuk memberikan jaminan bahwa pengelola SPPG memberikan menu makanan yang berkualitas, higienis, bersih, sehat, dan halal. âKami telah mengajukan sertifikat SLHS dan sertifikat halal kepada instansi terkait,â katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Kabupaten Lebak Endang Komarudin mengatakan pelatihan penjamah makanan tersebut untuk memberikan jaminan SPPG menyajikan makanan yang bergizi dan secara benar.
Pihaknya juga melakukan pemantauan ke dapur SPPG untuk memberikan jaminan kepada penerima manfaat program itu bahwa menu MBG sesuai dengan ketentuan.
Setiap SPPG di daerah setempat rata-rata memberikan makanan kepada 3.000 siswa dengan didahului uji sampel dilakukan guru. Setelah dipastikan menu tersebut aman dan layak dikonsumsi, selanjutnya disajikan kepada siswa.
"Sejauh ini, program MBG berjalan baik dan belum menerima laporan adanya keracunan makanan yang dialami siswa," katanya.
- Dinkes Lebak
- Program MBG
- BGN
- Penjamah
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Menko AHY: Transformasi Sektor Transportasi Penting untuk Wujudkan Indonesia Maju.
-
Legislator DKI Minta Pemda DKI Perkuat Bantuan Bagi Siswa Kurang Mampu
-
Igor Tolic Minta Para Pemain Persib Berikan Performa Terbaik demi Kembali Juarai Super League 2026/27
-
Buka Fresh Batch di Blok M, Pizza Hut Hadirkan Sourdough Pizza
-
Prakiraan Terbaru dari BMKG, Cuaca di Sebagian Besar RI Berawan Tebal Pada Selasa
-
Peternak Unggas Mikro Tak Lagi Cemas? Bapanas Tambah 150 Ribu Ton SPHP
-
Pemerintah Perlu Percepat Rekonsiliasi Konflik Jayawijaya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.