Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program Baru NTB Dorong ASN Gunakan Elpiji Nonsubsidi untuk Keadilan Energi

📅 Minggu, 05 Okt 2025, 02:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Program Baru NTB Dorong ASN Gunakan Elpiji Nonsubsidi untuk Keadilan Energi Doc: Antara
Ket. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal (tengah) membagikan tabung elpiji ukuran 5 kilogram program elpiji nonsubsidi di kalangan ASN setempat saat MotoGP, di Sirkuit Madalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (4/10).

Sirkuit Mandalika - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) meluncurkan program pemakaian elpiji nonsubsidi 5,5 kilogram untuk aparatur sipil negara (ASN) di wilayah setempat.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengapresiasi program yang diinisiasi Pertamina tersebut untuk menggunakan elpiji nonsubsidi di kalangan PNS yang ada di wilayah itu.

"Program ini bagus karena ini keinginan kita bersama untuk bagaimana memecahkan masalah kebutuhan elpiji dan memastikan tidak ada ASN yang menggunakan yang subsidi," ujarnya, di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (4/10).

Ia menegaskan meski tidak meyakini ada ASN setempat yang memakai elpiji bersubsidi. Dirinya tetap berharap, adanya program tersebut, tidak ada (ASN) yang menggunakan elpiji 3 kilogram.

"Subsidi itu sudah jelas ada peruntukannya untuk masyarakat tidak mampu (miskin)," kata Iqbal.

Iqbal mengatakan, meski tidak mewajibkan ASN harus menggunakan elpiji nonsubsidi. Ia berharap agar program tersebut, dapat diikuti oleh seluruh ASN di wilayah setempat.

"Nanti kita akan imbau teman-teman ASN untuk menggunakan elpiji nonsubsidi. Teman-teman ASN sudah dewasa, sehingga tidak perlu ada surat edaran," ujarnya pula.

Lebih lanjut, Iqbal menyatakan untuk tahap awal, penggunaan elpiji nonsubsidi ini diterapkan oleh ASN di lingkungan Pemprov NTB.

"Untuk tahap awal kita mulai dari provinsi dulu, setelah itu diperluas di kabupaten/kota," katanya lagi.

Kepala Dinas Perdagangan NTB Jamaludin Malady mengatakan untuk tahap awal program ini, Pertamina membagikan sebanyak 1.000 tabung elpiji 5,5 kg untuk kalangan ASN setempat.

"Totalnya ada 1.000 gas yang kami berikan. Bagi ASN yang sudah memakai elpiji 3 kilogram kami anjurkan beralih menggunakan gas nonsubsidi. Misalnya, di rumah sudah punya tiga elpiji 3 kilogram, maka bisa ditukarkan dengan gas berukuran 5,5 kilogram," ujar Jamaluddin Malady.

Menurutnya, dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia, program ini merupakan yang pertama dilakukan. Untuk sasaran program ini, adalah ASN dengan golongan III dan IV.

"Siapa tahu ini nanti akan meluas ke daerah-daerah lain di Indonesia," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.