Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Jabar Siap Hentikan Layanan SPPG yang Bermasalah

📅 Jumat, 03 Okt 2025, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur Jabar Siap Hentikan Layanan SPPG yang Bermasalah Doc: Antara
Ket. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (2/10).

Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan pada Kamis (2/10), akan menghentikan layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tercatat bermasalah dalam menyediakan makanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

"Kita hentikan SPPG yang mengakibatkan keracunan," katanya di Bandung, Jawa Barat, menyusul kasus keracunan makanan pada siswa sekolah yang mengonsumsi makanan dalam Program MBG.

Ketika ditanya tentang kematian seorang siswa SMKN 1 Cihampelas di Kabupaten Bandung Barat, yang sebelumnya diketahui mengonsumsi makanan dalam Program MBG, Dedi mengatakan bahwa penanganan perkara itu diserahkan kepada aparat penegak hukum. 

"Biarkan itu didalami oleh aparat penyidik dan kemudian didalami oleh hasil forensik," katanya selepas memberikan arahan kepada aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Seorang siswa SMKN 1 Cihampelas bernama Bunga Rahmawati (17) meninggal pada 30 September 2025.

Bunga mengalami gejala seperti mual, muntah, dan kejang sebelum meninggal.

Karena beberapa hari sebelumnya dia ikut mengonsumsi makanan MBG yang menyebabkan keracunan pada banyak siswa di sekolahnya, kematian Bunga dikaitkan dengan keracunan makanan dalam Program MBG.

Bunga Rahmawati diketahui ikut mengonsumsi makanan dalam Program MBG pada 24 September 2025, ketika 121 siswa SMKN 1 Cihampelas mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat menyatakan bahwa Bunga menderita penyakit lambung dan memastikan kematiannya tidak disebabkan oleh keracunan makanan dalam Program MBG.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.