DPRD Bekasi Tetapkan Standar Ganda Proyeksikan Keuangan Daerah

Jumat, 03 Okt 2025, 08:44 WIB

KABUPATEN BEKASI – Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menetapkan standar ganda dalam memproyeksikan keuangan daerah dengan mendesak pemerintah menggenjot pendapatan namun turut merestui penurunan target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketetapan itu tertuang dalam laporan hasil pembahasan Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bekasi terhadap rancangan peraturan daerah tentang perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.

Ket. Foto: Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (kedua dari kanan) saat mengesahkan Perda APBD Perubahan 2025 bersama legislator setempat di ruang rapat paripurna Gedung DPRD Kabupaten Bekasi pada Selasa (30/9/2025). — Sumber: ANTARA

Dalam salah satu rekomendasi, Badan Anggaran menyampaikan masukan agar Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui segera melakukan optimalisasi serta langkah-langkah inovasi layanan publik untuk memaksimalkan pencapaian target PAD.

"Bapenda kami minta untuk memaksimalkan pencapaian target Pendapatan Asli Daerah atau PAD," kata Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bekasi, Saiful Islam, di Cikarang, Kamis (02/10).

Pendapatan daerah menjadi salah satu sektor yang paling disorot belakangan ini. Dengan penerapan kebijakan efisiensi, kondisi fiskal daerah turut terdampak sehingga PAD menjadi jalan keluar untuk mengimbangi kondisi keuangan daerah dari potensi distraksi.

Sorotan terhadap sektor pendapatan pun tertuang dalam laporan pembahasan Badan Anggaran, namun, meski dengan tegas merekomendasikan pemerintah daerah untuk meningkatkan PAD, Badan Anggaran justru menerapkan standar ganda dengan merestui untuk menurunkan target PAD.

Semula target PAD ditetapkan sebesar Rp4,17 triliun pada APBD murni 2025. Namun pada Perubahan APBD 2025, PAD diturunkan menjadi Rp4,16 triliun, turun Rp4,57 miliar.

Penurunan ini terjadi pada sektor retribusi daerah dari semula Rp465 miliar menjadi Rp464 miliar. Kemudian sektor pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dari semula Rp10,2 miliar menjadi Rp9,9 miliar.

Lalu sektor PAD lain-lain yang sah dari semula Rp20 miliar menjadi Rp16,25 miliar. Penurunan sektor PAD lain-lain yang sah ini menjadi yang terbesar. Hanya saja, tidak dijelaskan alasan sejumlah sektor ini diturunkan. Padahal sesuai rekomendasi yang dibuat Banggar sendiri, pencapaian pendapatan harus dioptimalkan.

Secara umum, pendapatan Kabupaten Bekasi, baik PAD, transfer pusat maupun antara daerah, tidak mampu membiayai pembelanjaan. Pendapatan secara keseluruhan sebesar Rp7,9 triliun dengan rincian pendapatan asli Rp4,16 triliun dan pendapatan transfer Rp3,7 triliun. Sedangkan belanja secara keseluruhan mencapai Rp8,3 triliun.

Jumlah itu telah dipangkas sebesar Rp168,1 miliar lantaran minim pendapatan. Belanja terdiri atas pegawai Rp3,24 triliun, turun Rp45,8 miliar. Lalu belanja tidak terduga Rp35,2 miliar, belanja transfer Rp1 triliun dan belanja lainnya Rp4 triliun atau turun Rp127 miliar dari APBD 2025 murni

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Sukron Hanas mengatakan persetujuan penurunan pendapatan asli daerah dimaksud telah disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Sementara Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang mengatakan telah menginstruksikan Tim Anggaran Pendapatan Daerah untuk merumuskan langkah yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan pendapatan.

"Karena memang dari dana transfer pemerintah pusat juga ada penurunan sehingga kita harus berupaya meningkatkan pendapatan kita. Saya juga berencana membuka sektor pendapatan baru, terutama di industri dan logam. Namun masih perlu digodok lebih matang," katanya.

  • DPRD Bekasi

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.