Gubernur Sumbar Tekankan SOP Dapur MBG Usai Kasus Dugaan Keracunan di Agam

Kamis, 02 Okt 2025, 11:50 WIB

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi menekankan pentingnya memperhatikan Standar Operasional Prosedur (SOP) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencegah berbagai kasus, salah satunya keracunan makanan.

"Kelengkapan dapur-dapur SPPG ini harus diperhatikan, termasuk pengawasan aspek kesehatannya," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi di Padang, Kamis.

Ket. Foto: Petugas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) makan bergizi gratis menyiapkan menu makanan sebelum disajikan kepada anak didik di Kota Padang. — Sumber: Antara Foto

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumbar menyikapi 74 penerima manfaat MBG yang diduga mengalami keracunan di Nagari (Desa) Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, pada Rabu (1/10/2025).

Usai kejadian tersebut Gubernur Mahyeldi langsung mengumpulkan sejumlah kepala daerah dan pemangku kepentingan terkait di Ranah Minang untuk mengevaluasi kejadian dugaan keracunan yang terjadi di Kabupaten Agam.

Mahyeldi menegaskan aspek kesehatan dan perlengkapan SPPG yang sesuai standar wajib menjadi perhatian bersama karena menyangkut makanan yang akan dikonsumsi anak didik atau penerima manfaat lainnya.

"Ini berkaitan dengan yang dikonsumsi. Ini kewajiban negara karena berkaitan dengan keamanan pangan dan juga kelancaran pangan," ujarnya.

Kepada para kepala daerah dan pemangku kepentingan di Ranah Minang, Gubernur Mahyeldi menyampaikan MBG merupakan salah satu program strategis dan jangka panjang yang mesti mendapatkan perhatian serius. Apalagi kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto sehingga implementasinya harus dikawal dengan baik.

Ia mengatakan apabila permasalahan Program MBG tidak segera diantisipasi, maka bisa berdampak kepada sektor lain, salah satunya ekonomi di daerah. Sebab menu MBG yang disajikan kepada penerima manfaat berasal dari sektor pertanian dalam negeri.

"Jadi, kalau ini tidak disikapi dengan cepat, maka bisa mengganggu kesinambungan ekonomi," ujar Gubernur Mahyeldi.

Gubernur Sumbar hentikan sementara dapur SPPG usai keracunan pelajar

"Operasional dapur SPPG itu sudah kita hentikan sementara," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi pada rapat koordinasi pelaksanaan makan bergizi gratis atau MBG di Kota Padang, Kamis.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumbar menyikapi 74 siswa atau pelajar yang diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG di Kabupaten Agam pada Rabu (1/10).

Mantan Wali Kota Padang itu mengatakan penghentian dapur SPPG di Nagari Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung tersebut sebagai respons pemerintah untuk mengantisipasi dampak lainnya.

Setelah penghentian operasional, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan MBG langsung melakukan investigasi penyebab dugaan keracunan di daerah itu.

Mahyeldi mengaku telah mendapatkan laporan sementara dari Bupati Agam terkait kejadian dugaan keracunan hingga langkah-langkah yang sudah dilakukan pemerintah setempat, di antaranya merujuk pelajar ke rumah sakit maupun Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Gubernur juga berjanji segera melakukan langkah cepat termasuk mengevaluasi pelaksanaan MBG di setiap daerah agar kasus dugaan keracunan tidak kembali terjadi. Hal ini sekaligus demi memastikan program unggulan Presiden Prabowo berjalan dengan baik tanpa adanya permasalahan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Muhammad Lutfi Ar menyebutkan sebanyak 28 korban dugaan keracunan MBG di Kabupaten Agam masih mendapatkan perawatan intensif di tiga pusat pelayanan kesehatan daerah itu hingga Kamis (2/10).

"Sebanyak 28 korban ini merupakan pelajar, guru, kakak dan adik siswa yang berasal dari Nagari atau Desa Manggopoh dan Kampung Tangah."

Gubernur benarkan dapur MBG di Agam belum kantongi izin kelaikan

"Rupanya dapur ini belum ada kelaikannya," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi di Padang, Kamis, menyikapi  86 penerima manfaat MBG yang diduga mengalami keracunan di Nagari Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, pada Rabu (1/10/2025).

SPPG yang dimaksud Gubernur Sumbar ialah dapur MBG yang menyediakan menu MBG di Nagari Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, yang berujung pada 86 orang mengalami keracunan.

Menyikapi kondisi tersebut, kata dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar bersama Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan MBG dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam langsung menghentikan sementara operasional dapur SPPG itu demi mencegah hal buruk lainnya.

Ia tersebut mengatakan saat ini pemerintah setempat bersama Satgas Percepatan Penyelenggaraan MBG masih mendalami penyebab dugaan keracunan yang terjadi di Kabupaten Agam.

"Kita belum mengetahui pasti penyebabnya, tapi tim bersama Satgas terkait sudah turun ke lapangan untuk mencari tahu," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi.

Gubenur Mahyeldi mengaku juga heran dengan menu nasi goreng yang diberikan dapur SPPG kepada anak didik di Kabupaten Agam. Sebab hal ini tergolong kurang lazim diberikan pada siang hari.

  • Makan Bergizi Gratis

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.