Zak Brown Tegaskan McLaren Tetap Terapkan Kesetaraan di Tengah Ancaman Verstappen

Rabu, 01 Okt 2025, 08:32 WIB

LONDON, INGGRIS - CEO McLaren Racing, Zak Brown, menegaskan timnya tidak akan mengubah kebijakan memberi perlakuan setara bagi Lando Norris dan Oscar Piastri meski tekanan semakin besar untuk menunjuk satu pembalap utama dalam perebutan gelar dunia Formula 1 2025.

Menjelang GP Singapura, mantan insinyur F1 Kees van de Grint mengingatkan McLaren soal ancaman Max Verstappen. Ia menilai insiden tabrakan Piastri di lap pertama GP Baku lalu sebagai sesuatu yang “tidak pantas bagi calon juara dunia” dan menyarankan McLaren agar lebih tegas.

Ket. Foto: CEO McLaren Racing, Zak Brown. — Sumber: AFP

“Mereka tidak bisa terlalu santai di pit wall seperti di Monza. Verstappen adalah ancaman nyata. Jika Norris menang dan Piastri hanya finis ketiga, mereka harus menentukan siapa yang jadi prioritas. Balapan berikutnya bisa jadi penentu. Kalau Verstappen menang di sana, McLaren butuh obat tidur untuk bisa istirahat malam,” ujarnya kepada Viaplay.

Namun Brown menegaskan kepada Bloomberg bahwa McLaren tidak akan mengubah pendekatan. “Tentu kami memperhatikan Max, tapi kami harus tetap melakukan apa yang kami lakukan. Target kami adalah dua pembalap bertarung meraih gelar, dengan peluang dan peralatan yang sama. Biarlah yang terbaik yang menang,” kata Brown.

Brown mengakui faktor eksternal seperti safety car dan reliabilitas mobil bisa memengaruhi keseimbangan, tetapi ia ingin persaingan Norris dan Piastri tetap berlangsung hingga seri penutup di Abu Dhabi.

Piastri sendiri menegaskan siap menghadapi tekanan. “Intensitas akan meningkat secara alami, dan saya siap untuk itu. Saya pernah berada dalam situasi serupa di kejuaraan lain. Kuncinya bagaimana saya menghadapi setiap balapan. Punya tim yang solid di sekitar saya sangat penting, dan Mark (Webber) jelas salah satu orang itu,” ucap pembalap Australia tersebut.

Di luar lintasan, Brown juga mengonfirmasi bahwa kepemilikan McLaren Racing kini sepenuhnya dipegang oleh Mumtalakat dan CYVN Holdings setelah penjualan sisa 30 persen saham. Transaksi itu menilai tim McLaren di angka lebih dari 4 miliar dolar AS.

“Kami sudah sepenuhnya tuntas,” kata Brown. “Olahraga ini sedang berada di puncak popularitas. Setiap figur kunci dan permintaan terhadap tim membuktikan hal itu.”

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.