Film, Animasi, hingga Gim Lokal Siap Mendunia! Pemerintah Janjikan Buka Akses Pendanaan
Rabu, 01 Okt 2025, 17:28 WIBJAKARTA â Pemerintah mulai melirik serius industri kreatif, khususnya film, animasi, dan gim, dengan komitmen mempermudah akses pendanaan bagi para pelakunya.
Langkah ini penting, karena sektor ini bukan cuma soal hiburan, tapi juga potensi besar penciptaan lapangan kerja dan devisa.
Dengan dukungan pembiayaan yang lebih ramah, kreator lokal bisa lebih leluasa mengembangkan karya berkualitas dan bersaing di level global, tanpa terhambat persoalan modal di awal.
Kementerian Ekonomi Kreatif menghadirkan ruang bagi pelaku usaha ekonomi kreatif dan lembaga keuangan untuk menjajaki peluang kerja sama dalam pembiayaan maupun investasi, termasuk di antaranya dalam produksi film, animasi, dan gim.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyoroti pentingnya kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) dalam bisnis film, animasi, dan gimâââââââ dalam acara diskusi tentang aspek bisnis serta pembiayaan film, animasi, dan gim di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, Selasa (30/9).
Sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian pada Rabu, dia menyampaikan perlunya penyamaan visi antara pegiat ekonomi kreatif dan pengelola lembaga keuangan mengenai pengembangan bisnis yang melibatkan IP.
"Kami juga mengajak dari lembaga keuangan untuk melihat tiap subsektor tersebut punya potensi perkembangan bisnis IP yang pendapatannya tak hanya dari film saja, tetapi bisa menjadi produk kreatif lain yang derivatif melalui merchandise, novel, dan beririsan dengan 17 subsektor ekraf lain yang profitable," katanya.
Dia mengemukakan bahwa industri perfilman Indonesia sedang berkembang pesat, dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) diproyeksikan mencapai 6,13 persen per tahun hingga 2027.
Selain itu, dia menyampaikan, saat ini sudah ada setidaknya 185 studio animasi yang menyerap total sekitar 7.700 tenaga kerja di wilayah seperti Jakarta, Tangerang, Batam, Malang, dan Yogyakarta.
"Industri gim juga bukan lagi sekadar hiburan, tetapi menjadi penggerak ekonomi global dengan kontribusi sebesar 30 triliun untuk pasar Indonesia tahun 2024," katanya, menambahkan jumlah pemain gim aktif di Indonesia sampai 148 juta orang.
Sebagai bagian dari upaya untuk mendukung pertumbuhan industri film, animasi, dan gim, Kementerian Ekonomi Kreatif mengadakan ruang diskusi bagi para pegiat industri kreatif dan pengelola lembaga keuangan.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pengelola lembaga keuangan tentang karakteristik usaha ekonomi kreatif dan pengetahuan pegiat ekonomi kreatif mengenai persyaratan dan prosedur mengakses layanan pembiayaan dari lembaga keuangan.
"Lembaga keuangan akan menjadi bagian krusial untuk skema pembiayaan dalam industri kreatif ini sehingga mereka bisa punya jaminan fixed asset sesuai kontekstual proyek yang akan diproduksi dan mendorong kolaborasi," kata Staf Ahli Menteri Ekonomi Kreatif Bidang Pendanaan dan Pembiayaan Restog Krisna Kusuma.
Harapannya, lembaga keuangan domestik selanjutnya bisa meningkatkan kerja sama dengan para pelaku industri kreatif dan dalam pembiayaan maupun investasi.
- animasi
- industri film
- industri gim
- Ekonomi Kreatif
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemkab Mimika Libatkan Pihak Ketiga dalam Pengelolaan Air Bersih di Pesisir
-
Pilihan Favorit Liburan Keluarga, 40 Ribu Orang Kunjungi Kebun Binatang Surabaya
-
Hari Film Nasional: JYFF 2026 Perkuat Peran Generasi Muda dalam Industri Kreatif Jakarta
-
Bukittinggi Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan
-
Produk Fesyen Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Jepang
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
-
Sebanyak 79% Pemudik Telah Kembali dari Sumatera
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.