Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinas Pariwisata Manokwari Jadikan Lima Destinasi Wisata Ini Prioritas Pengembangan

📅 Rabu, 01 Okt 2025, 13:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinas Pariwisata Manokwari Jadikan Lima Destinasi Wisata Ini Prioritas Pengembangan  Doc: ANTARA
Ket. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Manokwari, Immanuel Pangaribuan.

MANOKWARI – Pemerintah Kabupaten Manokwari, Papua Barat, masih fokus pengembangan wisata pada lima destinasi prioritas yang berada tidak jauh dari pusat kota.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Manokwari, Immanuel Pangaribuan, di Manokwari, Rabu (01/10), menyebutkan lima destinasi wisata prioritas tersebut adalah Pulau Mansinam, Pantai Pasir Putih, Pantai Amban, Wisata Alam Gunung Meja, dan pengamatan burung di Mokwam.

“Sebenarnya potensi wisata di Kabupaten Manokwari cukup banyak. Tapi kita bagi menjadi yang prioritas dan tidak. Lima destinasi kita tentukan sebagai prioritas karena lokasinya tidak jauh dari pusat kota. Tapi kita juga mengembangkan wisata lainnya di wilayah Distrik Warmare, Siday, Prafi,” katanya.

Ia mengatakan, Pulau Mansinam dikenal sebagai destinasi wisata religi karena menjadi titik awal pekabaran Injil di Tanah Papua. Pulau tersebut tahun ini bahkan menjadi langganan kapal pesiar yang membawa turis mancanegara.

Pantai Pasir Putih merupakan salah satu ikon wisata bahari Manokwari yang populer dengan pasir putih bersih dan spot menyelam dan olahraga air.

Sedangkan Pantai Amban menjadi favorit wisatawan lokal dan mancanegara karena ombaknya yang cocok untuk olahraga selancar. Pantai Amban tiap tahun selalu menjadi lokasi kompetisi selanjar dunia.

Wisata Alam Gunung Meja terkenal dengan hutan lindung yang masih asri dan jalur jogging. Sedangkan Mokwam dikenal sebagai surga bagi pengamat burung, terutama jenis burung penari.

“Tahun ini Pemkab Manokwari gelontorkan Rp400 juta melalui APBD 2025 untuk rehabilitasi infrastruktur di sejumlah destinasi prioritas,” katanya.

Untuk pengelolaan, kata dia, terdapat beberapa opsi, yakni pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT), kerja sama dengan pihak swasta melalui sistem bagi hasil (profit sharing), atau pengelolaan dengan skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Taman Wisata Alam Gunung Meja, misalnya, dikembangkan melalui kolaborasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) karena kawasan itu merupakan kewenangan Kementerian Kehutanan.

Sementara itu, sebagian besar destinasi wisata lain berada di atas tanah ulayat masyarakat.

“Hanya Pantai Pasir Putih yang sepenuhnya milik pemerintah daerah sehingga bisa kerja sama dengan pihak swasta untuk bagi hasil Dari situ baru pemerintah bisa memberikan kontribusi dalam pembangunan infrastruktur pariwisata,” jelasnya.

Ia menambahkan, peran pemilik ulayat sebagai pelaku industri pariwisata juga penting. Pemerintah daerah, akan mempertimbangkan keterlibatan mereka dalam upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Ekonomi
AirNav Indonesia Perkuat Ko...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.