Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penduduknya Terlalu Padat, Pemprov DKI Resmi Mekarkan Wilayah Kelurahan Kapuk Jadi Tiga Kelurahan Baru

📅 Selasa, 30 Sep 2025, 19:11 WIB | Oleh:
Penduduknya Terlalu Padat, Pemprov DKI Resmi Mekarkan Wilayah Kelurahan Kapuk Jadi Tiga Kelurahan Baru Doc: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat, Selasa (30/9).

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya memutuskan untuk melakukan pemekaran Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, menjadi tiga kelurahan baru.

“Begitu tahu penduduknya mencapai 174 ribu jiwa, bahkan lebih banyak dibanding 15 kecamatan di Jakarta, saya langsung memutuskan sudah waktunya dimekarkan,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Kantor Kelurahan Kapuk, Selasa (30/9).

Dijelaskan, keputusan itu diresmikan lewat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 850 Tahun 2025, tertanggal 23 September 2025.

Kini, Kelurahan Kapuk resmi terbagi menjadi Kelurahan Kapuk, Kapuk Selatan dan Kapuk Timur.

Menurut Pramono, pemekaran ini merupakan jawaban atas aspirasi warga yang sudah disuarakan sejak 1990, atau sekitar 35 tahun lalu.

“Ini sebenarnya adalah legasi sejarah bagi saudara-saudara sekalian. Setelah menunggu, tadi saya mendapat, saya simak dari Pak Bakri, Pak Wali Kota, ternyata sudah diurus sejak 1990 lebih, tidak selesai-selesai,” ujar Pramono.

Meski begitu, Pemerintah masih menunggu Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan kode wilayah resmi. Setelah kode itu keluar, kantor kelurahan baru akan dibangun dan pelayanan publik bisa dijalankan.

Lebih lanjut Pramono mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir terkait dokumen administrasi kependudukan karena semua penyesuaian akan difasilitasi lewat pos pelayanan satu atap.

“Dokumen lama tetap berlaku sampai habis masa berlakunya. Perubahan data bisa dilakukan saat perpanjangan dan seluruh proses penyusunan dokumen tidak dikenakan biaya apa pun,” kata Pramono.

Nantinya, kata Pramono, Pemprov DKI menyiapkan kantor kelurahan baru, SDM, hingga fasilitas pelayanan secara bertahap.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto menjelaskan alasan pemekaran didasari jumlah penduduk Kapuk yang sangat besar serta terbatasnya fasilitas pelayanan.

“Untuk luas wilayahnya Kapuk saat ini luasnya seluas 572,62 hektare terbagi menjadi 221 RT dan 16 RW. Untuk jumlah kartu keluarga (KK) 553.330 dengan jumlah penduduk 174.349 jiwa dengan kepadatan penduduk 34.014 km persegi,” jelas Uus.

Adapun rincian pembagian wilayah baru adalah:

Kapuk Timur: 197,28 hektare, 36.200 jiwa, 6 RW, 68 RT. Kantor kelurahan akan menggunakan eks kantor KPKP Jakarta Barat di Jalan Peternakan Rakyat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.