Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenhub Dorong Konsistensi Penerapan ISPS Code di Fasilitas Pelabuhan Indonesia

📅 Selasa, 30 Sep 2025, 17:15 WIB | Oleh:
Kemenhub Dorong Konsistensi Penerapan ISPS Code di Fasilitas Pelabuhan Indonesia Doc: Dok. Istimewa

LOMBOK - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) mendorong peningkatan konsistensi penerapan ISPS Code di pelabuhan dengan menggelar kegiatan Temu Manajemen Fasilitas Pelabuhan Indonesia Tahun 2025 yang dilaksanakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Dalam sambutan pembukaannya, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menegaskan pentingnya konsistensi dalam penerapan International Ship and Port Facility Security Code (ISPS Code) di Indonesia.

“Indonesia sebagai negara anggota IMO sekaligus negara dengan jalur pelayaran strategis seperti Selat Malaka, harus berperan aktif dalam menjaga keamanan pelayaran. Hingga Agustus 2025, dari 2.611 fasilitas pelabuhan di Indonesia baru 457 yang menerapkan ISPS Code. Angka ini harus terus kita tingkatkan secara konsisten dengan dukungan teknologi terbaru dan inovasi,” ujar Masyhud dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/9).

Untuk itu, diperlukan upaya percepatan, pembinaan, dan penguatan implementasi standar keamanan pelabuhan sesuai ketentuan internasional. Masyhud menambahkan bahwa keberhasilan penerapan ISPS Code juga menjadi bukti kredibilitas Indonesia di mata dunia. 

“Kapal asing menilai kepatuhan kita sebagai bentuk jaminan pemerintah Indonesia dalam menjaga keamanan maritim. Karena itu, penerapan ISPS Code tidak boleh jalan di tempat, melainkan terus berkembang sesuai dinamika global,” tegasnya.

Masyhud juga memberikan apresiasi khusus kepada Direktorat KPLP dan para Auditor ISPS Code yang telah berkomitmen selama 21 tahun dalam mengawal penerapan standar keamanan tersebut. 

“Kolaborasi antara Syahbandar sebagai koordinator Port Security Committee dengan pihak manajemen fasilitas pelabuhan menunjukkan kesigapan kita menghadapi tantangan keamanan maritim, baik nasional maupun internasional,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur KPLP, Capt. Hendri Ginting, menyampaikan bahwa tantangan keamanan pelabuhan kini semakin kompleks, termasuk ancaman serangan siber dan penggunaan drone.

“Sekitar 15 tahun lalu tantangan kita terbatas pada kompetensi personel dan peralatan keamanan. Kini kita harus menghadapi ancaman baru seperti serangan siber dan penggunaan drone di fasilitas pelabuhan. Bahkan, pernah terjadi serangan siber di salah satu pelabuhan Tanjung Priok yang melumpuhkan operasional terminal,” ungkapnya.

Capt. Hendri juga menyoroti masih rendahnya tingkat implementasi ISPS Code di Indonesia yang baru mencapai 17,5 persen. 

“Ini berarti diperlukan percepatan, pembinaan, dan penguatan implementasi standar keamanan pelabuhan. Selain itu, peran Port Facility Security Officer (PFSO) harus ditingkatkan karena masih ada temuan di lapangan terkait pelaksanaan drill, kaji ulang PFSA & PFSP, serta audit internal yang belum maksimal,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap tercipta koordinasi yang lebih baik antar-pengelola fasilitas pelabuhan. Adapun tujuan Temu Teknis ini adalah meningkatkan koordinasi, menyamakan persepsi, dan memperkuat kesiapsiagaan pelabuhan dalam menghadapi ancaman keamanan, termasuk serangan siber dan teknologi baru. 

"Karena itu, kami mengajak seluruh peserta aktif bertanya, berdiskusi, dan membawa pulang pengetahuan baru yang bisa langsung diterapkan di fasilitas pelabuhan masing-masing,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini diikuti oleh pengelola fasilitas pelabuhan, asosiasi, serta para narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Asosiasi Penerbangan Drone Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...

Kemenkes Siagakan Ribuan Nakes Imbas Karhutla

24 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenkes Siagakan Ribuan Na...

CEO Nvidia: Ada Peluang AI Menghancurkan Dunia pada 2030 0%

34 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
CEO Nvidia: Ada Peluang AI ...
Luar Negeri
Canggih, Satelit Pintar Tio...
Nasional
Kodam Pattimura Pastikan Se...
Advertisement
Mentan: Nilai Tukar Petani Alami Peningkatan

Mentan: Nilai Tukar Petani Alami Peningkatan

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.