Sekolah Unggulan Akan Didanai dari Penghematan Anggaran Bocor, Ungkap Prabowo

Senin, 29 Sep 2025, 21:15 WIB

Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto menyebut program pembangunan sekolah unggulan di seluruh Indonesia akan dibiayai dari hasil penghematan kebocoran anggaran negara.

Dalam pidatonya di Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) PKS di Jakarta, Senin (29/9), Presiden mengatakan bahwa program sekolah unggulan tidak akan membebani rakyat, melainkan berasal dari perbaikan tata kelola keuangan negara.

Ket. Foto: Presiden Prabowo Subianto menyapa sejumlah kader PKS saat memberikan sambutan dalam acara Musyawarah Nasional VI PKS di Jakarta, Senin (29/9). — Sumber: Antara

"Nanti akan ada yang nyinyir, apakah bisa? Uangnya dari mana? Uangnya dari 'bocor-bocor' itu bung," katanya.

Ia menyebut pemerintah tengah menggulirkan pendirian 20 unit Sekolah Unggul Garuda, 80 Sekolah Unggul Transformasi, enam SMA Taruna Nusantara, 20 politeknik di daerah tertinggal, serta ratusan Sekolah Rakyat dan sekolah unggulan terpadu di setiap kecamatan.

"Sekolah Rakyat sudah kita bangun 165 titik, dan kita menuju 500 Sekolah Rakyat, tapi saya sedang merencanakan, dan saya sedang melihat keuangan saya ingin membuat sekolah unggulan terpadu di setiap kecamatan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara bertekad menutup celah kebocoran agar anggaran dapat dialihkan untuk pembangunan pendidikan.

Selain pembangunan fisik, Presiden Prabowo juga menargetkan distribusi 330 ribu layar digital interaktif ke sekolah-sekolah dan pesantren pada tahun ini, yang akan diperbanyak menjadi empat layar per sekolah tahun depan.

Teknologi ini diharapkan mempercepat pemerataan kualitas pendidikan dengan menyiarkan pelajaran dari pusat menggunakan guru terbaik serta memantau kehadiran tenaga pengajar secara real-time.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.