Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketua Komisi X DPR: Evaluasi Program MBG Bukan Berarti MBG Dihentikan

📅 Senin, 29 Sep 2025, 11:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ketua Komisi X DPR: Evaluasi Program MBG Bukan Berarti MBG Dihentikan Doc: ANTARA
Ket. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, ditemui di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (29/9/2025).

JAKARTA – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mendorong upaya evaluasi pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui berbagai upaya, namun evaluasi tersebut bukan berarti untuk menghentikan program tersebut secara penuh.

"Bukan berarti program ini (MBG) dihentikan, kalau saya pikir evaluasi itu yang lebih penting," kata Hetifah saat ditemui di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (29/9).

Hetifah menekankan evaluasi harus dilakukan secara mendalam, termasuk dengan cara memberhentikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sementara.

Ia juga menyebutkan berbagai langkah ke depan juga harus dipikirkan dan dikaji secara matang agar insiden yang mengakibatkan banyak siswa keracunan tidak terjadi di kemudian hari.

Di samping itu Hetifah juga menilai langkah Presiden RI Prabowo Subianto dalam mengonsolidasikan para jajarannya melalui rapat secara khusus untuk mengevaluasi Program MBG merupakan langkah yang tepat.

"Alhamdulillah, Pak Menteri (Mendikdasmen Abdul Muti) juga sudah dilibatkan, Mendagri juga terlibat. Kita akan bahas bersama, nanti DPR ikut memantau," ucap Hetifah Sjaifudian.

Diketahui, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menggelar rapat evaluasi Program MBG pada Minggu (28/9) malam.

Presiden Prabowo secara langsung memberikan arahan detail serta teknis dalam rapat tersebut untuk memastikan pelaksanaan program berjalan baik dan tepat sasaran.

Selain itu Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga menekankan pemerintah mengevaluasi para juru masak di seluruh SPPG terkait dengan kedisiplinan, kualitas, dan kemampuan memasak, usai munculnya kasus keracunan MBG.

"Salah satu evaluasi yang utama adalah mengenai kedisiplinan, kualitas, kemampuan juru masak tidak hanya di tempat terjadi (keracunan), tetapi juga di seluruh SPPG," ucap Zulkifli Hasan (28/9).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.