Puluhan Siswa di Pamekasan Keracunan Massal, Program Makan Bergizi Gratis Jadi Sorotan!
Jumat, 26 Sep 2025, 01:45 WIBPAMEKASAN -Â Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pamekasan, Jawa Timur, tercoreng setelah puluhan siswa mengalami keracunan massal. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan memastikan penyebabnya berasal dari makanan yang terkontaminasi mikroorganisme berbahaya akibat proses pengolahan yang tidak higienis.
"Ini sesuai dengan hasil uji laboratorium dari Dinkes Jawa Timur yang kami terima," kata Kepala Dinkes Pamekasan Saifudin di Pamekasan, Kamis malam.
Ia menjelaskan sampel makanan yang dikirim Dinkes Pamekasan ke laboratorium itu, berupa nasi, ayam, dan telur.
"Kesimpulan bahwa makanan yang tersaji di program MBG itu terkontaminasi mikroorganisme berbahaya juga berdasarkan hasil investasi epidemiologi yang dilakukan tim Dinkes Pamekasan," katanya.
Ia menjelaskan kontaminasi terjadi karena proses penyediaan makanan tidak dilakukan secara higienis.
Proses mulai dari penyiapan bahan, pengolahan, hingga pengemasan, katanya, belum memenuhi standar kesehatan yang semestinya diterapkan.
"Sebab berdasarkan hasil investigasi tim kami di lapangan, menyebutkan bahwa proses pengolahan oleh penyedia makanan belum sesuai standar, dan ini tentu menjadi celah masuknya zat berbahaya ke makanan," katanya.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah memberikan pelatihan penjamahan makanan kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang berperan sebagai dapur umum dalam program MBG.
"Jadi, kami langsung melakukan pembinaan supaya setiap makanan yang disalurkan sesuai standar higienis, sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi," katanya.
Sebanyak 37 siswa dan santri mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG di salah satu lembaga pendidikan di Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan.
Sebagian korban sempat menjalani perawatan di puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pamekasan.
Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sanjaya menegaskan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengalami kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dihentikan operasionalnya minimal selama 14 hari.
"Hasil uji laboratorium (dari Badan Pengawas Obat dan Makanan) itu kan rata-rata 14 hari baru keluar ya, nah di situ kan penyidik juga berproses, meminta keterangan, kemudian mengumpulkan alat bukti. Setelah itu, kemudian BGN akan mengkaji kembali," kata Sony di Cibubur, Jawa Barat, Kamis.
Selama SPPG berhenti beroperasi, BGN akan mengevaluasi secara keseluruhan penyebab keracunan. Setelah dapat dipastikan penyebabnya dan SPPG terbukti telah melakukan perbaikan, maka izin operasional bisa dikeluarkan kembali.
- jawa timur
- makan bergizi gratis
- kabupaten pamekasan
- keracunan mbg
- keracunan massal
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Pelayanan Publik Kota Amboon Terus Ditingkatkan
-
Sebagian Besar Saham Asia Anjlok karena Kekhawatiran AI Menghantam Sektor Teknologi
-
Sambut HUT RI, Uniqlo Hadirkan Penawaran Khusus untuk Koleksi LifeWear
-
Hadapi Singapura, Herdman Jangan Lagi Coba-coba
-
Video Kaget Erling Haaland Ternyata Buatan AI
-
Lenovo Hadirkan Yoga Pro 27UD-10 di Indonesia, Monitor OLED dengan Kamera 4K untuk Kreator Konten
-
Bantuan Logistik Pangan untuk Warga Terdampak Gempa di Sulteng
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.