Laboratorium Alami Keanekaragaman Hayati
Jumat, 26 Sep 2025, 07:27 WIBDANAU Napabale di Kabupaten Muda menjadi unik karena memiliki terowongan yang terhubung ke laut. Saat air pasang, terowongan ini akan tenggelam lalu mengalirkan airnya ke dalam cekungan. Sementara itu saat surut terowongan mengalirkan air kembali ke perairan Selat Buton.
Dari fenomena tersebut danau Napabale melahirk ekosistem yang sangat unik dibandingkan dengan danau-danau lain di Indonesia, karena mengalami pasang surut alami lantaran terhubung langsung ke laut melalui celah di batuan karst.
Ekosistemnya berupa perairan payau atau campuran air laut dan air tawar terjadi karena air hujan dan air tanah dari daratan, dan air asin dari laut yang masuk saat pasang. Air payau menciptakan kondisi kimia yang berbeda dari laut atau danau biasa, seperti salinitas (kadar garam) yang fluktuatif, suhu dan kadar oksigen yang bervariasi, zona ekoton (pertemuan dua ekosistem) yang mendukung keanekaragaman hayati tinggi.
Perpaduan antara air laut dan air darat di dalam satu cekungan menciptakan habitat campuran (transisi) yang sangat khas tidak sepenuhnya laut, tetapi juga bukan danau air tawar biasa. Inilah salah satunya yang menantang orang untuk melihat secara langsung fenomena yang terjadi.
Pada kondisi itu hanya organisme tertentu yang dapat beradaptasi dan justru inilah yang membentuk komunitas biologis khas Napabale, salah satunya kehidupan biota air yang toleran terhadap salinitas yang berbeda.
Dalam kondisi airnya campuran, danau ini dihuni oleh biota euryhaline, yaitu organisme yang mampu hidup dalam kadar garam yang berubah-ubah.
Beberapa contoh biota euryhaline adalah ikan estuari seperti belanak, mujair laut, dan beberapa spesies gobiidae. Moluska dan krustasea seperti kerang kecil, kepiting air payau, dan udang estuari. Fitoplankton dan zooplankton yang beradaptasi terhadap perubahan salinitas.
Banyak di antara spesies yang ada merupakan hasil perpaduan fauna laut dan perairan darat. Kekhasan ini menjadikan Napabale sebagai laboratorium alami keanekaragaman hayati, dan telah diteliti oleh banyak ilmuwan.
Sementara itu pada zona tepi danau antara peralihan darat dan laut memiliki ekosistem khas, yaitu zona peralihan pesisir, yang sering disebut sebagai ekoton. Di sinilah bertemu tiga tipe habitat yaitu daratan, air tawar, dan air asin.
Di sini tumbuh vegetasi khas seperti rumput pantai, pandan, bakau kecil, dan semak toleran garam.
Tempat ini menjadi habitat bagi burung air migran, burung pemakan ikan, dan burung gua. Beberapa hewan amfibi juga dapat ditemukan karena adanya lingkungan lembap dan teduh. Zona ini sangat penting secara ekologis karena menjadi tempat pemijahan, mencari makan, dan berlindung bagi banyak organisme.
Danau Napabale menjadi contoh luar biasa dari ekosistem transisi tempat laut dan darat menyatu. Keadaan ini menciptakan lingkungan hidup yang kompleks, kaya keanekaragaman hayati, yang terus berubah secara alami. hay
- Pulau Muna
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.