Investor Senyum Tipis, IHSG Melonjak 48 Poin Sepekan Ini Meski Dolar Masih Perkasa

Jumat, 26 Sep 2025, 19:00 WIB

JAKARTA – Sepanjang periode 22–26 September 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 48,21 poin atau sekitar 0,6 persen. Penguatan ini menunjukkan adanya sentimen positif yang mendorong aksi beli, meski volatilitas pasar global masih tinggi.

Dari sisi eksternal, meredanya kekhawatiran pasar atas arah kebijakan The Fed serta sinyal stimulus tambahan dari Tiongkok menjadi faktor pendukung utama.

Ket. Foto: Ilustrasi - Petugas melintasi layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Asprilla Dwi Adhaam

Sementara itu, dari dalam negeri, optimisme terhadap laporan kinerja emiten kuartal III serta stabilitas makroekonomi turut memperkuat kepercayaan investor.

Rotasi portofolio juga terlihat ke saham berkapitalisasi besar di sektor keuangan dan infrastruktur yang dianggap defensif.

Meski begitu, penguatan IHSG masih relatif terbatas, menandakan investor tetap berhati-hati menghadapi ketidakpastian global dan dinamika nilai tukar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/9) sore, ditutup menguat 58,67 poin atau 0,73 persen ke posisi 8.099,33 di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia.

Sebelumnya, pada Jumat (19/9), IHSG kembali mencatatkan rekor baru bersejarah saat ditutup pada level 8.051,12.

“Pada pekan depan, dari domestik investor akan mencermati indeks manufacturing Indonesia, neraca perdagangan, serta data inflasi,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Dari mancanegara, pelaku pasar akan menantikan data manufaktur Amerika Serikat (AS), sektor jasa, serta data pasar tenaga kerja seperti ADP Employment, nonfarm payrolls dan tingkat pengangguran.

Data-data tersebut akan digunakan untuk menilai indikasi kesehatan ekonomi AS serta prospek penurunan suku bunga The Fed berikutnya.

Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak akan menaikkan cukai rokok pada tahun depan. Selain itu, Menkeu Purbaya menyatakan akan membersihkan pasar rokok ilegal, termasuk barang ilegal dari luar negeri dan dalam negeri.

Kementerian Keuangan akan membuat satu sistem khusus bagi industri hasil tembakau untuk membuat sentralisasi industri rokok, sehingga diharapkan akan menangkal rokok ilegal karena industri kecil juga membayar cukai.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang menguat sebesar 2,64 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor industri yang masing- masing naik sebesar 1,65 persen dan 1,50 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu TOSK, KOKA, FAST, HERO dan MBA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SKBM, LIVE, FISH, ISAP dan SPRE.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.164.487 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 41,97 miliar lembar saham senilai Rp21,41 triliun. Sebanyak 337 saham naik, 310 saham menurun, dan 152 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 364,93 poin atau 0,80 persen ke 45.390,00, indeks Shanghai melemah 25,20 poin atau 0,65 persen ke 3.828,11, indeks Hang Seng melemah 356,48 persen atau 1,335 poin ke posisi 26,128,20, dan indeks Straits Times melemah 7,88 poin atau 0,18 persen ke 4.265,98.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.