Direktur Yayasan Bakti Barito Dian A. Purbasari (kedua kanan) bersama Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc.(tengah), Analisis Kebijakan Ahli Pertama Direktorat Sekolah Dasar - Kemendikdasmen Nestiyawati, S. Pd. M.A.P. (kiri), Ketua LabSosio Universitas Indonesia Drs. Hari Nugroho, M.A (kedua kiri) dan Kasubtim Kesantrian pada Subdit PSKK Direktorat Pesantren - Kemenag Dr. Fadhly Azhar, M.Hum, merilis Kementerian Lingkungan Hidup didukung oleh Yayasan Bakti Barito dan Lab Sosio UI resmi mengumumkan telah rampungnya dua instrumen sekolah yang telah tervalidasi secara nasional, yaitu Instrumen Perilaku Peduli Lingkungan Hidup Siswa (IPPLHS) dan Instrumen Kinerja Sekolah Peduli Lingkungan Hidup (IKSPLH) di Jakarta, Rabu (24/9). Kedua instrumen atau alat ukur ini disusun untuk membantu sekolah menilai sejauh mana siswa dan lingkungan sekolahnya sudah menerapkan kepedulian terhadap lingkungan. Hasil pengukuran ini nantinya dapat digunakan untuk memperkuat pelaksanaan program Adiwiyata. Program Adiwiyata telah berhasil mendorong sekolah-sekolah untuk mengajarkan kebiasaan ramah lingkungan kepada siswa, baik di kelas maupun dalam kegiatan sehari-hari.
Direktur Yayasan Bakti Barito Dian A. Purbasari (kedua kanan) bersama Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc.(tengah), Analisis Kebijakan Ahli Pertama Direktorat Sekolah Dasar - Kemendikdasmen Nestiyawati, S. Pd. M.A.P. (kiri), Ketua LabSosio Universitas Indonesia Drs. Hari Nugroho, M.A (kedua kiri) dan Kasubtim Kesantrian pada Subdit PSKK Direktorat Pesantren - Kemenag Dr. Fadhly Azhar, M.Hum, merilis Kementerian Lingkungan Hidup didukung oleh Yayasan Bakti Barito dan Lab Sosio UI resmi mengumumkan telah rampungnya dua instrumen sekolah yang telah tervalidasi secara nasional, yaitu Instrumen Perilaku Peduli Lingkungan Hidup Siswa (IPPLHS) dan Instrumen Kinerja Sekolah Peduli Lingkungan Hidup (IKSPLH) di Jakarta, Rabu (24/9). Kedua instrumen atau alat ukur ini disusun untuk membantu sekolah menilai sejauh mana siswa dan lingkungan sekolahnya sudah menerapkan kepedulian terhadap lingkungan. Hasil pengukuran ini nantinya dapat digunakan untuk memperkuat pelaksanaan program Adiwiyata. Program Adiwiyata telah berhasil mendorong sekolah-sekolah untuk mengajarkan kebiasaan ramah lingkungan kepada siswa, baik di kelas maupun dalam kegiatan sehari-hari.
Direktur Yayasan Bakti Barito Dian A. Purbasari (kedua kanan) bersama Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc.(kedua kiri), merilis Kementerian Lingkungan Hidup didukung oleh Yayasan Bakti Barito dan Lab Sosio UI resmi mengumumkan telah rampungnya dua instrumen sekolah yang telah tervalidasi secara nasional, yaitu Instrumen Perilaku Peduli Lingkungan Hidup Siswa (IPPLHS) dan Instrumen Kinerja Sekolah Peduli Lingkungan Hidup (IKSPLH) di Jakarta, Rabu (24/9). Kedua instrumen atau alat ukur ini disusun untuk membantu sekolah menilai sejauh mana siswa dan lingkungan sekolahnya sudah menerapkan kepedulian terhadap lingkungan. Hasil pengukuran ini nantinya dapat digunakan untuk memperkuat pelaksanaan program Adiwiyata. Program Adiwiyata telah berhasil mendorong sekolah-sekolah untuk mengajarkan kebiasaan ramah lingkungan kepada siswa, baik di kelas maupun dalam kegiatan sehari-hari.
Direktur Yayasan Bakti Barito Dian A. Purbasari (kedua kanan) bersama Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc.(kedua kiri), merilis Kementerian Lingkungan Hidup didukung oleh Yayasan Bakti Barito dan Lab Sosio UI resmi mengumumkan telah rampungnya dua instrumen sekolah yang telah tervalidasi secara nasional, yaitu Instrumen Perilaku Peduli Lingkungan Hidup Siswa (IPPLHS) dan Instrumen Kinerja Sekolah Peduli Lingkungan Hidup (IKSPLH) di Jakarta, Rabu (24/9). Kedua instrumen atau alat ukur ini disusun untuk membantu sekolah menilai sejauh mana siswa dan lingkungan sekolahnya sudah menerapkan kepedulian terhadap lingkungan. Hasil pengukuran ini nantinya dapat digunakan untuk memperkuat pelaksanaan program Adiwiyata. Program Adiwiyata telah berhasil mendorong sekolah-sekolah untuk mengajarkan kebiasaan ramah lingkungan kepada siswa, baik di kelas maupun dalam kegiatan sehari-hari.
Direktur Yayasan Bakti Barito Dian A. Purbasari (kedua kanan) bersama Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc.(kedua kiri), merilis Kementerian Lingkungan Hidup didukung oleh Yayasan Bakti Barito dan Lab Sosio UI resmi mengumumkan telah rampungnya dua instrumen sekolah yang telah tervalidasi secara nasional, yaitu Instrumen Perilaku Peduli Lingkungan Hidup Siswa (IPPLHS) dan Instrumen Kinerja Sekolah Peduli Lingkungan Hidup (IKSPLH) di Jakarta, Rabu (24/9). Kedua instrumen atau alat ukur ini disusun untuk membantu sekolah menilai sejauh mana siswa dan lingkungan sekolahnya sudah menerapkan kepedulian terhadap lingkungan. Hasil pengukuran ini nantinya dapat digunakan untuk memperkuat pelaksanaan program Adiwiyata. Program Adiwiyata telah berhasil mendorong sekolah-sekolah untuk mengajarkan kebiasaan ramah lingkungan kepada siswa, baik di kelas maupun dalam kegiatan sehari-hari.
Direktur Yayasan Bakti Barito Dian A. Purbasari (ketiga kanan) bersama Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc.(tengah), Analisis Kebijakan Ahli Pertama Direktorat Sekolah Dasar - Kemendikdasmen Nestiyawati, S. Pd. M.A.P. (kedua kiri), Ketua LabSosio Universitas Indonesia Drs. Hari Nugroho, M.A (ketiga kiri) dan Kasubtim Kesantrian pada Subdit PSKK Direktorat Pesantren - Kemenag Dr. Fadhly Azhar, M.Hum, (kedua kanan) merilis Kementerian Lingkungan Hidup didukung oleh Yayasan Bakti Barito dan Lab Sosio UI resmi mengumumkan telah rampungnya dua instrumen sekolah yang telah tervalidasi secara nasional, yaitu Instrumen Perilaku Peduli Lingkungan Hidup Siswa (IPPLHS) dan Instrumen Kinerja Sekolah Peduli Lingkungan Hidup (IKSPLH) di Jakarta, Rabu (24/9). Kedua instrumen atau alat ukur ini disusun untuk membantu sekolah menilai sejauh mana siswa dan lingkungan sekolahnya sudah menerapkan kepedulian terhadap lingkungan. Hasil pengukuran ini nantinya dapat digunakan untuk memperkuat pelaksanaan program Adiwiyata. Program Adiwiyata telah berhasil mendorong sekolah-sekolah untuk mengajarkan kebiasaan ramah lingkungan kepada siswa, baik di kelas maupun dalam kegiatan sehari-hari.