Foto: Peluncuran Buku IPPLHS dan IKSPLH Mengenai Lingkungan Hidup di Sekolah
-
Ads
📅 Kamis, 25 Sep 2025, 05:08 WIB
Direktur Yayasan Bakti Barito Dian A. Purbasari (kedua kanan) bersama Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc.(tengah), Analisis Kebijakan Ahli Pertama Direktorat Sekolah Dasar - Kemendikdasmen Nestiyawati, S. Pd. M.A.P. (kiri), Ketua LabSosio Universitas Indonesia Drs. Hari Nugroho, M.A (kedua kiri) dan Kasubtim Kesantrian pada Subdit PSKK Direktorat Pesantren - Kemenag Dr. Fadhly Azhar, M.Hum, merilis Kementerian Lingkungan Hidup didukung oleh Yayasan Bakti Barito dan Lab Sosio UI resmi mengumumkan telah rampungnya dua instrumen sekolah yang telah tervalidasi secara nasional, yaitu Instrumen Perilaku Peduli Lingkungan Hidup Siswa (IPPLHS) dan Instrumen Kinerja Sekolah Peduli Lingkungan Hidup (IKSPLH) di Jakarta, Rabu (24/9). Kedua instrumen atau alat ukur ini disusun untuk membantu sekolah menilai sejauh mana siswa dan lingkungan sekolahnya sudah menerapkan kepedulian terhadap lingkungan. Hasil pengukuran ini nantinya dapat digunakan untuk memperkuat pelaksanaan program Adiwiyata. Program Adiwiyata telah berhasil mendorong sekolah-sekolah untuk mengajarkan kebiasaan ramah lingkungan kepada siswa, baik di kelas maupun dalam kegiatan sehari-hari.
Direktur Yayasan Bakti Barito Dian A. Purbasari (kedua kanan) bersama Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc.(tengah), Analisis Kebijakan Ahli Pertama Direktorat Sekolah Dasar - Kemendikdasmen Nestiyawati, S. Pd. M.A.P. (kiri), Ketua LabSosio Universitas Indonesia Drs. Hari Nugroho, M.A (kedua kiri) dan Kasubtim Kesantrian pada Subdit PSKK Direktorat Pesantren - Kemenag Dr. Fadhly Azhar, M.Hum, merilis Kementerian Lingkungan Hidup didukung oleh Yayasan Bakti Barito dan Lab Sosio UI resmi mengumumkan telah rampungnya dua instrumen sekolah yang telah tervalidasi secara nasional, yaitu Instrumen Perilaku Peduli Lingkungan Hidup Siswa (IPPLHS) dan Instrumen Kinerja Sekolah Peduli Lingkungan Hidup (IKSPLH) di Jakarta, Rabu (24/9). Kedua instrumen atau alat ukur ini disusun untuk membantu sekolah menilai sejauh mana siswa dan lingkungan sekolahnya sudah menerapkan kepedulian terhadap lingkungan. Hasil pengukuran ini nantinya dapat digunakan untuk memperkuat pelaksanaan program Adiwiyata. Program Adiwiyata telah berhasil mendorong sekolah-sekolah untuk mengajarkan kebiasaan ramah lingkungan kepada siswa, baik di kelas maupun dalam kegiatan sehari-hari.
Direktur Yayasan Bakti Barito Dian A. Purbasari (kedua kanan) bersama Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc.(kedua kiri), merilis Kementerian Lingkungan Hidup didukung oleh Yayasan Bakti Barito dan Lab Sosio UI resmi mengumumkan telah rampungnya dua instrumen sekolah yang telah tervalidasi secara nasional, yaitu Instrumen Perilaku Peduli Lingkungan Hidup Siswa (IPPLHS) dan Instrumen Kinerja Sekolah Peduli Lingkungan Hidup (IKSPLH) di Jakarta, Rabu (24/9). Kedua instrumen atau alat ukur ini disusun untuk membantu sekolah menilai sejauh mana siswa dan lingkungan sekolahnya sudah menerapkan kepedulian terhadap lingkungan. Hasil pengukuran ini nantinya dapat digunakan untuk memperkuat pelaksanaan program Adiwiyata. Program Adiwiyata telah berhasil mendorong sekolah-sekolah untuk mengajarkan kebiasaan ramah lingkungan kepada siswa, baik di kelas maupun dalam kegiatan sehari-hari.
Direktur Yayasan Bakti Barito Dian A. Purbasari (kedua kanan) bersama Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc.(kedua kiri), merilis Kementerian Lingkungan Hidup didukung oleh Yayasan Bakti Barito dan Lab Sosio UI resmi mengumumkan telah rampungnya dua instrumen sekolah yang telah tervalidasi secara nasional, yaitu Instrumen Perilaku Peduli Lingkungan Hidup Siswa (IPPLHS) dan Instrumen Kinerja Sekolah Peduli Lingkungan Hidup (IKSPLH) di Jakarta, Rabu (24/9). Kedua instrumen atau alat ukur ini disusun untuk membantu sekolah menilai sejauh mana siswa dan lingkungan sekolahnya sudah menerapkan kepedulian terhadap lingkungan. Hasil pengukuran ini nantinya dapat digunakan untuk memperkuat pelaksanaan program Adiwiyata. Program Adiwiyata telah berhasil mendorong sekolah-sekolah untuk mengajarkan kebiasaan ramah lingkungan kepada siswa, baik di kelas maupun dalam kegiatan sehari-hari.
Direktur Yayasan Bakti Barito Dian A. Purbasari (kedua kanan) bersama Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc.(kedua kiri), merilis Kementerian Lingkungan Hidup didukung oleh Yayasan Bakti Barito dan Lab Sosio UI resmi mengumumkan telah rampungnya dua instrumen sekolah yang telah tervalidasi secara nasional, yaitu Instrumen Perilaku Peduli Lingkungan Hidup Siswa (IPPLHS) dan Instrumen Kinerja Sekolah Peduli Lingkungan Hidup (IKSPLH) di Jakarta, Rabu (24/9). Kedua instrumen atau alat ukur ini disusun untuk membantu sekolah menilai sejauh mana siswa dan lingkungan sekolahnya sudah menerapkan kepedulian terhadap lingkungan. Hasil pengukuran ini nantinya dapat digunakan untuk memperkuat pelaksanaan program Adiwiyata. Program Adiwiyata telah berhasil mendorong sekolah-sekolah untuk mengajarkan kebiasaan ramah lingkungan kepada siswa, baik di kelas maupun dalam kegiatan sehari-hari.
Direktur Yayasan Bakti Barito Dian A. Purbasari (ketiga kanan) bersama Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc.(tengah), Analisis Kebijakan Ahli Pertama Direktorat Sekolah Dasar - Kemendikdasmen Nestiyawati, S. Pd. M.A.P. (kedua kiri), Ketua LabSosio Universitas Indonesia Drs. Hari Nugroho, M.A (ketiga kiri) dan Kasubtim Kesantrian pada Subdit PSKK Direktorat Pesantren - Kemenag Dr. Fadhly Azhar, M.Hum, (kedua kanan) merilis Kementerian Lingkungan Hidup didukung oleh Yayasan Bakti Barito dan Lab Sosio UI resmi mengumumkan telah rampungnya dua instrumen sekolah yang telah tervalidasi secara nasional, yaitu Instrumen Perilaku Peduli Lingkungan Hidup Siswa (IPPLHS) dan Instrumen Kinerja Sekolah Peduli Lingkungan Hidup (IKSPLH) di Jakarta, Rabu (24/9). Kedua instrumen atau alat ukur ini disusun untuk membantu sekolah menilai sejauh mana siswa dan lingkungan sekolahnya sudah menerapkan kepedulian terhadap lingkungan. Hasil pengukuran ini nantinya dapat digunakan untuk memperkuat pelaksanaan program Adiwiyata. Program Adiwiyata telah berhasil mendorong sekolah-sekolah untuk mengajarkan kebiasaan ramah lingkungan kepada siswa, baik di kelas maupun dalam kegiatan sehari-hari.
Foto: Peluncuran Buku IPPLHS dan IKSPLH Mengenai Lingkungan Hidup di Sekolah
Doc. Koran Jakarta/Wahyu AP
Berita Foto Terbaru
Pameran Batik Jadi Pilihan Wisata Akhir Pekan di Museum Tekstil
Pendangkalan Muara Batang Anai Persulit Kapal Nelayan Bersandar
TNI Gelar Doa Bersama Lintas Agama, Perkuat Persatuan dan Kebersamaan Sambut HUT…
GEBUK JUDOL Ronde 3 Perkuat Edukasi Keamanan Digital dan Partisipasi Publik
Alih media digital manuskrip koleksi Keraton Solo
Kunjungan wisman periode Januari-Agustus meningkat
Inflasi nasional pada September 2026
Cek kesehatan gratis telah menjangkau 99,1 juta orang
Petani manfaatkan pompa air saat musim kemarau
Nilai tukar petani September 2026 meningkat
Aksi Kamisan ke-927
Pameran Figur di Jakarta
Berita Foto Terkait
Aksi Kamisan ke-927
Pimpinan Baru Polri Resmi Dilantik
Direktur Yayasan Bakti Barito Dian A. Purbasari (kedua kanan) bersama Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc.(tengah), Analisis Kebijakan Ahli Pertama Direktorat Sekolah Dasar - Kemendikdasmen Nestiyawati, S. Pd. M.A.P. (kiri), Ketua LabSosio Universitas Indonesia Drs. Hari Nugroho, M.A (kedua kiri) dan Kasubtim Kesantrian pada Subdit PSKK Direktorat Pesantren - Kemenag Dr. Fadhly Azhar, M.Hum, merilis Kementerian Lingkungan Hidup didukung oleh Yayasan Bakti Barito dan Lab Sosio UI resmi mengumumkan telah rampungnya dua instrumen sekolah yang telah tervalidasi secara nasional, yaitu Instrumen Perilaku Peduli Lingkungan Hidup Siswa (IPPLHS) dan Instrumen Kinerja Sekolah Peduli Lingkungan Hidup (IKSPLH) di Jakarta, Rabu (24/9). Kedua instrumen atau alat ukur ini disusun untuk membantu sekolah menilai sejauh mana siswa dan lingkungan sekolahnya sudah menerapkan kepedulian terhadap lingkungan. Hasil pengukuran ini nantinya dapat digunakan untuk memperkuat pelaksanaan program Adiwiyata. Program Adiwiyata telah berhasil mendorong sekolah-sekolah untuk mengajarkan kebiasaan ramah lingkungan kepada siswa, baik di kelas maupun dalam kegiatan sehari-hari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.