Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mensos: Kurikulum Sekolah Rakyat Bimbing Siswa Raih Karir Sukses dan Penuh Optimisme

📅 Selasa, 23 Sep 2025, 03:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mensos: Kurikulum Sekolah Rakyat Bimbing Siswa Raih Karir Sukses dan Penuh Optimisme Doc: Antara
Ket. Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf (berdiri depan) berdialog dengan para calon siswa Sekolah Rakyat dan orang tua saat kunjungan kerja di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (22/9),

Banjarbaru - Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf mengatakan sistem pembelajaran kurikulum Sekolah Rakyat bakal fokus mengarahkan siswa lebih optimistis dan percaya diri berkarir pada bidang sesuai minat dan bakat.

“Kurikulum sekolah rakyat itu peribahasanya begini, 'Kalau burung jangan disuruh menarik gerobak, kalau sapi jangan disuruh terbang'. Sama halnya dengan anak-anak kita, setiap anak punya bakat masing-masing yang terpendam,”kata Mensos Saifullah saat mengunjungi Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (22/9).

Karena itu, Mensos menuturkan bahwa anak-anak di Sekolah Rakyat akan diarahkan menjadi anak yang konsisten sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Setiap anak yang lahir telah diberikan kecerdasan istimewa oleh Tuhan, tidak sama dengan yang lain. Jadi, anak jangan dipaksa sesuai kehendak kita, biarkan anak memilih namun tetap dalam pembinaan,” katanya.

Mensos menjelaskan, seorang anak yang berminat sebagai ahli mesin, jangan dipaksakan menjadi seorang perawat maupun sebaliknya. Karena kedua profesi itu memiliki hal yang berbeda, ahli mesin dominan berhadapan dengan benda, sedangkan perawat berhadapan dengan banyak manusia.

Menurut dia, seorang anak memiliki kekuatan yang tidak dimiliki sepenuhnya oleh orang dewasa, anak-anak itu tulus, ikhlas, tidak membeda-bedakan, dan pada dasarnya selalu ingin sempurna dengan mimpi-mimpi yang diinginkan.

Namun demikian, kata Mensos, anak-anak memiliki banyak kelemahan yang perlu menjadi atensi guru, sehingga guru harus mengajari anak di Sekolah Rakyat tentang mengambil keputusan, mendorong anak lebih percaya diri, menghadirkan suasana agar anak bisa lebih tegas, mendukung anak agar mampu menjelaskan sesuatu dengan baik.

Terkait minat dan kemampuan siswa, ia mengatakan sudah ada pemetaan talenta yang dilakukan hingga saat ini. Pada bidang teknologi, teknik, dan matematika ada sebanyak 1.828 siswa yang berminat, bidang sosial 1.938 orang dan bahasa 1.123 orang.

“Satu hal lagi yang perlu diperhatikan sekolah dan guru, jika orang tua rindu anaknya, sekolah wajib memberikan waktu kepada orang tua bertemu anaknya, meskipun anak tinggal di asrama Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.