Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada Curah Hujan Tinggi di Wilayah Sulteng

📅 Senin, 22 Sep 2025, 16:03 WIB | Oleh:
Waspada Curah Hujan Tinggi di Wilayah Sulteng Doc: ANTARA/Basri Marzuki
Ket. Ilustrasi - Awan hitam menyelimuti langit Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Palu -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah di Sulawesi Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi curah hujan tinggi.

“Sejumlah wilayah diprediksi mengalami curah hujan lebih tinggi dari biasanya atau di atas normal, sehingga perlu diantisipasi potensi banjir, tanah longsor, serta bencana hidrometeorologi lainnya,” kata Kepala BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri, Asef Firman Hilahi di Palu, Selasa.

Ia menyebutkan daerah yang diprediksi mengalami hujan di atas normal antara lain Kabupaten Banggai, Buol, Banggai Kepulauan, dan Toli-Toli, serta sebagian wilayah Donggala, Parigi Moutong, Kota Palu, Sigi, Poso, Morowali, dan Morowali Utara.

BMKG memprakirakan puncak musim hujan di Sulawesi Tengah mulai berlangsung pada September 2025 hingga April 2026.

Di Sulawesi Tengah wilayah bagian barat seperti Kota Palu, sebagian Sigi dan Donggala puncak hujan diperkirakan terjadi pada September-Desember 2025, di bagian utara pada November 2025, dan di bagian timur pada April 2026.

“Durasi musim hujan rata-rata berlangsung 10-12 dasarian atau sekitar tiga hingga empat bulan, namun beberapa daerah seperti Parigi Moutong bagian selatan, sebagian Donggala dan Tojo Una-Una diprakirakan lebih panjang,” ujarnya.

Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya, terutama di daerah yang diperkirakan mengalami hujan atas normal dan durasi lebih panjang.

Sebagai langkah mitigasi dini, BMKG merekomendasikan pemerintah daerah memperkuat pemeliharaan drainase dan jalur evakuasi, sementara sektor pertanian disarankan menyesuaikan jadwal tanam, memilih varietas tahan genangan dan memperbaiki sistem irigasi.

Selain itu, sektor perkebunan diminta mengoptimalkan pengendalian hama dan penyesuaian pemupukan agar nutrisi tidak terhanyut, serta memanfaatkan air hujan.

Di kawasan perkotaan, masyarakat diimbau menjaga sanitasi dan meningkatkan ruang terbuka hijau guna mengantisipasi penyakit akibat kelembapan tinggi seperti demam berdarah dengue.

“Informasi prakiraan ini diharapkan menjadi acuan bagi masyarakat dan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan, perencanaan pembangunan, serta upaya pengurangan risiko bencana di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...

Sebuah Gudang Onderdil di Cengkareng Ludes Terbakar

27 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Sebuah Gudang Onderdil di C...
Megapolitan
Cari SIM Keliling Terdekat?...
Advertisement
Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

07 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.