Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Respons Cepat BGN: Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Jaga Kepercayaan Publik pada Program MBG

📅 Senin, 22 Sep 2025, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Respons Cepat BGN: Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Jaga Kepercayaan Publik pada Program MBG Doc: Antara
Ket. Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati dalam Forum Koordinasi Penguatan Sinergi Kehumasan dalam Membangun Pelayanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang Responsif, di Jakarta, Jumat (19/9).

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus memperkuat komunikasi guna menanggapi isu keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Seiring meningkatnya perhatian publik terhadap isu pangan dan gizi, peran SPPG tidak lagi sebatas teknis. SPPG bukan hanya dapur pelayanan gizi, tetapi juga wajah BGN serta ujung tombak program MBG di mata masyarakat. Apa yang dilakukan SPPG di lapangan, baik besar maupun kecil, akan ikut memengaruhi bagaimana publik memandang program dan lembaga ini," ujar Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.

Hida menekankan pentingnya peran komunikasi publik dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG. Ia menambahkan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan amanat besar kepada BGN untuk menjalankan program prioritas nasional melalui MBG, sehingga SPPG berperan vital untuk mewujudkan MBG yang dapat meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

Menurutnya, setiap peristiwa yang menyangkut pangan dan gizi akan cepat menyebar dan memengaruhi persepsi publik, termasuk beberapa insiden keamanan pangan yang belakangan mencuat.

"Kondisi tersebut menuntut kita untuk tidak hanya sigap dalam pelayanan, tetapi juga mampu menjelaskan dengan baik kepada publik. Masyarakat berhak memperoleh informasi yang jernih, akurat, dan meyakinkan, sehingga komunikasi publik tidak bisa lagi dianggap tambahan, tetapi bagian yang menyatu dengan pelayanan," ucap Hida.

Ia menegaskan, komunikasi publik kini harus menjadi bagian integral dari pelayanan gizi. Kepala SPPG selain harus fokus pada operasional, juga dituntut mampu menjadi representasi BGN di daerah.

"Kita tentu menyadari bahwa komunikasi publik bukan perkara mudah. Ada keterbatasan sumber daya, derasnya arus informasi di media sosial, hingga ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi. Namun, saya percaya tantangan ini bisa kita hadapi bersama," paparnya.

Hida menekankan, dengan memanfaatkan teknologi digital, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, dan membangun jejaring komunikasi yang solid, seluruh SPPG bisa menjadikan tantangan-tantangan tersebut sebagai peluang.

Program MBG, lanjut dia, bisa berhasil melalui kolaborasi dari seluruh pihak, termasuk keterlibatan masyarakat secara luas.

"Pelayanan yang baik harus berjalan beriringan dengan komunikasi yang baik. Inilah prinsip sederhana yang perlu kita pegang bersama karena pada akhirnya, kualitas layanan gizi tidak hanya diukur dari seberapa baik kita bekerja, tetapi juga dari seberapa besar masyarakat merasa dilibatkan, dihargai, dan mendapatkan kepastian dari kita," tutur dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.