Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hujan Deras di Gunung Semeru, Getaran Banjir Lahar Dingin Tercatat 2,5 Jam Lebih

📅 Jumat, 19 Sep 2025, 09:17 WIB | Oleh:
Hujan Deras di Gunung Semeru, Getaran Banjir Lahar Dingin Tercatat 2,5 Jam Lebih Doc: ANTARA
Ket. Hujan deras yang mengguyur di lereng Gunung Semeru menyebabkan debit air di Kaliregoyo cukup deras dan banjir lahar hujan mengikis tepi sungai di desa setempat, Jumat (19/9/2025).

LUMAJANG - Getaran banjir lahar hujan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tercatat 2,5 jam lebih pada Kamis (18/9) malam, karena hujan deras mengguyur puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

"Berdasarkan pengamatan kegempaan aktivitas Semeru tercatat 1 kali getaran banjir dengan amplitudo 10 mm, dan lama gempa 9.132 detik atau 2,5 jam lebih," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Jumat (19/9).

Selain itu, aktivitas kegempaan Gunung Semeru pada periode yang sama masih didominasi oleh gempa letusan atau erupsi yang tercatat sebanyak 55 kali dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 47-226 detik.

"Tercatat juga terjadi 7 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-6 mm dan lama gempa 49-140 detik, kemudian 16 kali gempa embusan dengan amplitudo 4-8 mm dengan lama gempa 41-85 detik," tuturnya.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu juga mengalami 8 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 8-35 mm, S-P 12-34 detik dan lama gempa 37-102 detik.

Gunung Semeru pada Jumat pagi terekam kembali mengalami erupsi sebanyak dua kali, yakni pada pukul 04.20 WIB dan 06.11 WIB dengan visual letusan tidak teramati yang terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi 134-170 detik.

Yadi menjelaskan Gunung Semeru masih berstatus Waspada, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, katanya, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

"Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang aliran airnya berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.