Ekspor RI ke Eropa Ditargetkan Melonjak 2,5 Kali Lipat
Kamis, 18 Sep 2025, 01:00 WIBJAKARTA â Pemerintah menargetkan kenaikan drastis pada nilai ekspor ke Eropa, dengan ambisi mencapai 2,5 kali lipat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan skema Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) secara bertahap menghapus hambatan perdagangan.
"Kami berharap trade (perdagangan) Indonesia dengan EU akan meningkat 2,5 kali. Kalau sekarang sekitar 30 miliar dollar AS, mungkin kita berharap ini bisa naik menjadi 60 miliar dollar AS di dalam 5 tahun," katanya di Jakarta, Rabu (17/9).
Seperti dikutip dari Antara, Airlangga menuturkan tanpa perjanjian dagang, total ekspor Indonesia ke Eropa saat ini masih kalah dibandingkan Vietnam.
Nilai ekspor Vietnam ke Eropa hampir dua kali lebih tinggi daripada Indonesia.
Airlangga mengatakan Indonesia dan EU berencana untuk menandatangani perjanjian lengkap (full agreement) IEU-CEPA pada 23 September mendatang.
"Dengan ditandatanganinya di tanggal 23 (September) nanti, maka IEU-CEPA itu artinya 80 persen produk Indonesia ke Eropa tarifnya nol," ujarnya.
Ia menyatakan penandatanganan IEU-CEPA tersebut memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global, terutama usai Indonesia memenangi gugatan di World Trade Organization (WTO) terhadap aturan bea imbalan terhadap produk biodiesel berbasis kelapa sawit.
"Kemenangan ini menunjukkan bahwa diplomasi perdagangan kita (Indonesia) sedang kuat-kuatnya," ucap Airlangga.
Sebelumnya, meski akan segera ditandatangani, perjanjian IEU-CEPA tidak akan langsung berlaku. Kesepakatan ini terlebih dahulu harus melalui proses persetujuan di parlemen 27 negara anggota Uni Eropa.
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono menjelaskan untuk di Indonesia, proses ratifikasi relatif lebih cepat yakni sekitar 1-2 bulan.
Namun, di Uni Eropa bisa memakan waktu 10-12 bulan karena harus melewati tahapan administratif dan legislasi nasional.
Kemudian, tahapan selanjutnya yakni ratifikasi dan penyusunan undang-undang oleh DPR RI yang diperkirakan berlangsung pada kuartal II hingga kuartal IV 2026.
Dengan demikian, lanjut Djatmiko, jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana maka implementasi penuh IEU-CEPA ditargetkan bisa dimulai pada kuartal I 2027.
Pasar Ekspor
Secara terpisah, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, Indonesia mendukung berbagai persiapan untuk segera melaksanakan perundingan dagang Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan negara-negara Mercosur (Indonesia-Mercosur CEPA).
Dalam pertemuan bersama Wakil Menteri Luar Negeri Uruguay Valeria Csukasi di Jakarta, Selasa (16/9), Budi juga menekankan bahwa Indonesia juga menilai perdagangan Indonesia dan Uruguay masih bisa lebih ditingkatkan lagi.
"Indonesia menekankan pentingnya memperkuat kerja sama perdagangan bilateral dengan Uruguay dan Mercosur sebagai upaya bersama menuju kesepakatan dagang yang saling menguntungkan," ujar Budi di Jakarta, Rabu.
Mercado Común del Sur (Pasar Bersama Selatan), atau Mercosur, adalah kelompok ekonomi di Amerika Selatan yang terdiri atas Argentina, Bolivia, Brasil, Paraguay, dan Uruguay.
Perundingan Indonesia-Mercosur CEPA telah diluncurkan pada 17 Desember 2021. Pada Juni 2022, kedua pihak bertemu untuk membahas kerangka kerja dan rencana negosiasi.
Namun, perbedaan prioritas perdagangan luar negeri di internal Mercosur menunjukkan belum adanya kepastian pelaksanaan perundingan putaran pertama hingga saat ini.
Di sisi lain, Wamenlu Csukasi mengapresiasi dukungan Indonesia terhadap Indonesia-Mercosur CEPA.
Dia menyampaikan bahwa kerja sama bilateral Uruguay dengan Indonesia bisa menjadi jalan untuk meningkatkan perdagangan jika perundingan dengan Mercosur belum dapat dimulai.
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.