PERSADAKU Resmi Dibentuk, Angkat Harapan Baru Masyarakat Adat Kalimantan Utara

Rabu, 17 Sep 2025, 19:10 WIB

Malinau – Masyarakat adat Kalimantan Utara kini memiliki wadah baru untuk menyatukan perjuangan dan menjaga warisan budaya. Pada Sabtu malam, 13 September 2025, pukul 22.00 WITA, sejumlah tokoh adat dari pedalaman dan pesisir berkumpul di Jl. Raja Pandita, Desa Malinau Kota, Kabupaten Malinau, dan menyepakati pembentukan organisasi Persatuan Adat Daerah Kalimantan Utara (PERSADAKU).

Pertemuan yang berlangsung secara partisipatif itu dihadiri perwakilan masyarakat adat dari berbagai suku, mulai dari Kenyah, Lundayeh, Belusu, Kayan, Tahol, hingga Bulungan dan Tidung. Mereka sepakat mengusung semboyan “Gerakan Satu Jiwa” dengan visi menjaga wilayah adat serta kelestarian sejarah dan budaya masyarakat adat Kalimantan Utara.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Istimewa

Dalam rapat yang berlangsung hingga larut malam, para peserta secara aklamasi menetapkan Mafri Edi Sumantri sebagai Ketua Umum organisasi. Ia akan didampingi Haris sebagai Wakil Ketua I, Joko Supriyadi sebagai Wakil Ketua II, Lato Agus Kristian sebagai Sekretaris Umum, Aris Wahyudi sebagai Wakil Sekretaris Umum, serta Getrin sebagai Bendahara Umum yang dibantu Riko Fernando sebagai Wakil Bendahara. Susunan pengurus ini dipilih berdasarkan ketokohan, pengalaman organisasi, dan pertimbangan kolektif peserta rapat, sementara posisi lainnya akan dilengkapi kemudian.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PERSADAKU akan berkedudukan di Malinau sebagai simbol kemandirian, sekaligus menegaskan prinsip adat “di mana kaki berpijak, di situ langit dijunjung.” Dengan menempatkan pusat organisasi di Kalimantan Utara, PERSADAKU menunjukkan komitmen untuk lebih memahami, mengutamakan, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat adat secara langsung, tanpa bergantung pada pengaruh luar.

Pembentukan PERSADAKU lahir dari keresahan mendalam yang dirasakan masyarakat adat di Kalimantan Utara. Meski wilayah ini dianugerahi sumber daya alam yang melimpah dan warisan budaya yang kaya, pembangunan belum berjalan merata. Ekspansi korporasi yang masif kerap mengancam kelestarian lingkungan dan ruang hidup masyarakat adat, sementara kebijakan pemerintah daerah maupun pusat dinilai belum berpihak sepenuhnya. Dalam delapan dekade kemerdekaan, dua setengah dekade otonomi daerah, dan lebih dari satu dekade pemekaran Kalimantan Utara, masyarakat adat masih menghadapi ketidakadilan politik, ekonomi, dan budaya. Konflik agraria, kerusakan lingkungan, marginalisasi tenaga kerja lokal, hingga gesekan sosial akibat kebijakan yang tidak bijak menjadi persoalan berulang.

Kenyataan ini mendorong para pejuang adat untuk membentuk wadah perjuangan baru yang mampu menjawab tantangan zaman. PERSADAKU juga dimaksudkan untuk melanjutkan semangat organisasi terdahulu, yakni Persatuan Anak Daerah (PERSADA), yang sejak 1950-an telah berjuang membela hak masyarakat adat pasca bergabungnya Kesultanan Bulungan dengan NKRI. Dari warisan sejarah itu pula lahir nama PERSADAKU, yang dimaknai sebagai “Tanah Airku”, sebuah penegasan ikatan masyarakat adat dengan tanah leluhur sekaligus tekad untuk mewujudkan cita-cita Tri Sakti para pendiri bangsa: berdaulat dalam politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya.

Dengan berdirinya PERSADAKU, para tokoh adat berharap perjuangan menjaga identitas, ruang hidup, dan hak-hak masyarakat adat Kalimantan Utara dapat lebih terorganisir, konsisten, dan berkelanjutan.

  • Hak Masyarakat Adat

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.