Pesparawi Maluku Utara Berjalan Sukses

Selasa, 16 Sep 2025, 01:55 WIB

TERNATE –Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) dan Musik Yangere Maluku Utara 2025 resmi berakhir Minggu 14 September. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menempatkan Halmahera Barat sebagai juara pertama dengan perolehan 88 poin.

Berdasarkan keputusan dewan juri, hasil lomba adalah sebagai berikut: Juara I Halmahera Barat (88 poin), Juara II Halmahera Utara (84 poin), Juara III Halmahera Timur (82,5 poin).

Ket. Foto: kelompok paduan suara — Sumber: ist

Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga wadah menyuarakan perdamaian dan persaudaraan. Pemenang diminta terus berlatih untuk mengikuti pesparawi nasional di Manokwari Juni 2026

Pesparawi ini diikuti 328 peserta Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) dan Lomba Yanger yang berlangsung di Kemenag Malut. Sebelum pelaksanaan, aparat memeriksa serius lokasi acara menggunakan anjing pelacak. Pemeriksaan dilakukan Personel Unit Satwa (K-9) Direktorat Samapta Polda Maluku Utara (Malut). Mereka melakukan sterilisasi area dengan menggunakan anjing pelacak guna memastikan pengamanan acara pesparawi berjalan lancar.

Direktur Samapta Polda Malut, Kombes Pol Setyo Agus Hermawan di Ternate, Senin, menjelaskan kegiatan sterilisasi ini merupakan langkah preventif untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh peserta maupun masyarakat yang hadir. Semua keamanan harus berjalan maksimal agar acara tak terganggu dan bisa tuntas dengan aman.

"Unit K-9 kami kerahkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan Pesparawi dan Lomba Yanger berjalan aman, tertib, dan lancar. Polri berkomitmen mendukung kegiatan masyarakat, khususnya yang bersifat keagamaan dan kebudayaan melalui pengamanan maksimal," ujarnya. Kegiatan sterilisasi dipimpin langsung oleh Katim Ps Kasubnit Harvet Unit K-9 Ditsamapta Polda Maluku Utara, Aipda Merdi Djorebe, bersama personelnya.

Penyisiran dilakukan secara menyeluruh menggunakan anjing pelacak mulai dari area panggung, ruang kegiatan, hingga fasilitas penunjang guna memastikan lokasi steril dari benda berbahaya maupun material yang berpotensi mengganggu jalannya acara. Pemeriksaan untuk memastikan tidak ada yang dapat mengganggu pesparawai.

Oleh karena itu, kata dia, dengan adanya pengamanan dan sterilisasi yang ketat, kegiatan Pesparawi dan Lomba Yanger di Kanwil Kemenag Malut diharapkan dapat berlangsung khidmat, aman, dan kondusif. Sementara itu, Wagub Malut Sarbin Sehe menyatakan dukungannya dalam kegiatan keagamaan melalui eksibisi Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) dan Lomba Musik Yangere tingkat Malut tahun 2025 diikuti 328 kontingen.

"Perpaduan harmoni Pesparawi dan keindahan musik Yanger, mencerminkan semangat masyarakat Malut yang religius, berbudaya, dan penuh semangat gotong royong, sehingga daerah kaya akan keragaman budaya dan tradisi musik," kata Wagub Malut. Menurut dia, kegiatan yang dihelat di Pelataran Kantor Kementerian Agama Malut ini menjadi bagian dari kebhinekaan masyarakat dan ruang apresiasi umat Kristiani.

  • pesta paduan suara gerejawi (Pesparawi)

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.