Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Gejolak Harga, ID Food Genjot Penyaluran Beras SPHP ke Ritel Modern

📅 Senin, 15 Sep 2025, 22:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Gejolak Harga, ID Food Genjot Penyaluran Beras SPHP ke Ritel Modern Doc: ANTARA/HO-ID FOOD
Ket. Penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) oleh ID FOOD Group.

JAKARTA – Menggencarkan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke jaringan ritel modern menjadi langkah penting untuk menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan ketersediaan pasokan di tingkat konsumen.

Melalui penetrasi ke ritel modern, distribusi beras SPHP dapat menjangkau lebih luas dengan mekanisme yang lebih efisien, transparan, dan terkontrol.

Hal ini bukan hanya membantu meredam gejolak harga di pasar, tetapi juga memperkuat peran pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

BUMN holding pangan Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food terus menggencarkan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai jaringan ritel modern di Indonesia, guna memastikan ketersediaan beras di pasaran tetap aman.

SVP Sekretaris Perusahaan ID Food, Yosdian Adi Pramono, dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Senin (15/9), mengatakan hingga 15 September 2025, ID Food melalui anak perusahaanya, PT Rajawali Nusindo, telah menyalurkan 7.000 ton beras SPHP ke jaringan ritel modern di berbagai daerah di Indonesia.

Ritel modern yang menerima distribusi beras SPHP dari Nusindo antara lain Indomaret, Alfamart, Hypermart, Lion Superindo, Tip Top, Transmart, Naga Swalayan, dan HERO.

Penyaluran beras dilakukan secara merata ke seluruh penjuru negeri melalui 40 cabang Nusindo. Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat dapat mengakses beras SPHP dengan mudah dan harga terjangkau.

“Ketersediaan beras SPHP di ritel modern merupakan langkah konkret ID FOOD dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di masyarakat," kata Yosdian.

"Melalui jaringan ritel modern yang luas, kami ingin memastikan beras SPHP dapat diakses masyarakat secara merata di seluruh Indonesia,” katanya menambahkan.

ID Food berkomitmen untuk terus meningkatkan penyaluran beras SPHP dengan bekerja sama dengan Bulog. Upaya ini dilakukan dalam rangka mendukung target pemerintah untuk mendistribusikan 800.000 ton beras SPHP ke ritel modern hingga akhir Desember 2025.

Yosdian menambahkan bahwa ID Food sedang menjajaki kerja sama lebih lanjut dengan jaringan ritel besar di seluruh Indonesia untuk memperluas jangkauan distribusi.

Ia mengatakan langkah strategis ini sejalan dengan mandat pemerintah untuk menjaga stabilisasi harga dan menjamin ketersediaan beras bagi masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.