Bulog Pasang Badan: Beras Bantuan dan SPHP Dijamin Tak Rusak!
Minggu, 14 Sep 2025, 19:50 WIBJAKARTA â Jaminan mutu beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi faktor krusial untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus efektivitas kebijakan.
Tanpa kualitas yang terstandar, beras SPHP berisiko kehilangan minat konsumen, sehingga tujuan menjaga daya beli dan kestabilan harga tidak tercapai.
Lebih jauh, lemahnya pengawasan mutu bisa menggerus citra pemerintah sebagai penjamin ketersediaan pangan berkualitas.
Karena itu, penguatan kontrol kualitas, dari proses distribusi hingga ke tangan konsumen, menjadi kunci agar program SPHP tidak hanya mampu meredam inflasi pangan, tetapi juga membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Perum Bulog menegaskan beras yang disalurkan kepada masyarakat, baik melalui bantuan pangan maupun program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap dalam kondisi baik tanpa kerusakan atau turun mutu (disposal).
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan stok beras di gudang Bulog tidak mungkin 100 persen bebas kerusakan. Namun, ia berani memastikan bahwa seluruh beras yang disalurkan dalam kualitas terbaik.
"Nggak ada (beras rusak disalurkan). Yang namanya gudang, nggak mungkin ada yang 100 persen tidak rusak," ujar Rizal, di Jakarta, Minggu (14/9).
Rizal menyampaikan Bulog selalu melakukan pemeliharaan terhadap stok beras di gudang, mulai dari harian, mingguan, bulanan, hingga per semester. Pemeliharaan tersebut juga dilakukan secara bertingkat, bertahap, dan berlanjut, sehingga dapat memperoleh hasil yang optimal.
Bulog juga menerapkan sistem first in, first out (Fifo) dan First expired first out (Fefo) untuk memastikan rotasi stok berjalan baik.
Rizal menekankan apabila ditemukan penurunan kualitas, dilakukan langkah korektif berupa pemisahan, fumigasi ulang, hingga pengolahan dengan mesin pemilah modern.
"Kita jamin beras-beras kita ini betul-betul sehat, bersih, tidak berkutu dan tidak berkuman," ujar Rizal menegaskan.
Terkait dengan keluhan beras SPHP dan bantuan yang dinilai kering atau pera, Rizal mengatakan bahwa hal tersebut berasal dari bibit atau varietas padi saat penanaman.
Bulog pun mendapatkan izin untuk melakukan pencampuran atau mixing beras untuk mendapatkan preferensi tertentu yang disukai oleh pasar.
"Karena kita kan harus mengikuti seleranya pasar. Pasarnya sukanya yang pulen, berarti kita harus campur dengan yang pulen. Pasar di Sumatera sukanya pera, oh berarti campur dengan banyakin yang peranya," kata Rizal pula.
- Bulog
- Bantuan pangan
- Beras SPHP
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Harga Telur & Ayam Anjlok! Pemerintah Turun Tangan, Perkuat Serapan di Hilir Melalui MBG
-
Meriahnya Festival Budaya Pantai Pasir Padi di Pangkalpinang
-
Tinjau Gudang di Jayapura, Dirut Bulog Jamin Kualitas Beras Aman dan Stok Terjaga di Indonesia Timur
-
Dishub Jatim Kaji Kapal Cepat Hydrofoil untuk Transportasi Laut Antarpulau
-
Aksi Pemadaman Lampu di Jakarta Tekan Emisi Karbon hingga 60,14 Ton CO2e
-
Gudang Penuh! Bulog Minta Penggilingan Jaga Kualitas Beras
-
Iran Memuji Kemajuan' dari Hari Pertama Pembicaraan dengan AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.