BKSDA Sumbar Perkuat Penanganan Konflik Manusia dan Beruang Madu di Agam
Sabtu, 13 Sep 2025, 19:42 WIB Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) melalui Resor Konservasi Wilayah II Maninjau memperkuat penanganan konflik antara manusia dan satwa Beruang Madu (Helarctos malayanus) di Jorong Kampuang Dagang, Nagari atau Desa Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam.
Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra di Lubuk Basung, Sabtu, mengatakan upaya ini dilakukan setelah BKSDA kembali menerima laporan kemunculan satwa dilindungi tersebut.
"Satwa dilaporkan mengejar beberapa orang warga setempat dan lokasi kemunculan berada di dekat pemukiman," katanya.
Sebelumnya pada akhir Agustus 2025, kata dia, BKSDA Sumbar telah melakukan upaya penanganan konflik tersebut.
Namun dari evaluasi dan perkembangan situasi di lapangan, BKSDA memutuskan untuk melakukan upaya evakuasi satwa dengan menggunakan beberapa kandang jebak.
"Pertimbangan didasarkan untuk keamanan warga dan keselamatan satwa itu sendiri," katanya.
Ia menambahkan BKSDA Sumbar dibantu tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Salareh Aia dan masyarakat bersama-sama melakukan upaya evakuasi dan patroli pemantauan di lapangan.
Berdasarkan informasi dari beberapa warga diketahui satwa Beruang Madu berjumlah dua ekor dengan usia diperkirakan dewasa.
"Kita akan terus mengupayakan evakuasi karena diduga ruang gerak satwa berada di sekitaran perkebunan dan pemukiman warga," katanya.
Ia mengimbau warga untuk tetap hati-hati dan waspada ketika beraktivitas di perkebunan.
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Tim Koran Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.