Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belum Genap Dua Bulan Beroperasi, Kopdes Merah Putih Ini Raih Omzet Rp100 Juta Sebulan Pertama

📅 Jumat, 12 Sep 2025, 22:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Belum Genap Dua Bulan Beroperasi, Kopdes Merah Putih Ini Raih Omzet Rp100 Juta Sebulan Pertama Doc: Antara.
Ket. Koperasi Desa Merah Putih Bentangan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

JAKARTA – Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih hadir sebagai model kelembagaan ekonomi rakyat yang berupaya memperkuat kemandirian desa melalui pengelolaan usaha secara kolektif.

Keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai sarana simpan pinjam atau distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan ekonomi lokal dengan menekankan semangat gotong royong.

Dengan tata kelola yang transparan dan profesional, Koperasi Desa Merah Putih dapat menjembatani kebutuhan masyarakat dengan pasar yang lebih luas, termasuk membuka peluang ekspor berbasis produk desa.

Kopdes Merah Putih Bentangan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Juli lalu, berhasil meraih omzet lebih dari Rp100 juta pada sebulan pertama operasionalnya.

Ketua Kopdes Merah Putih Bentangan Bambang Gunarsa mengatakan koperasi yang memiliki bangunan dengan total luas 600 meter persegi itu saat ini mempunyai enam gerai, yakni klinik dan apotek, kantor koperasi, gerai sembako, Pos Indonesia, pupuk, dan gudang.

“Omzet mingguan kami mencapai sekitar Rp15 juta kemarin dari tanggal 1 sampai 6 September,” kata Bambang saat dihubungi di Jakarta, Jumat (12/9).

Namun, Bambang tidak dapat merinci berapa jumlah barang yang terjual dalam sehari atau sepekan.

“Untuk bulan pertama, laporan keuangan menunjukkan omzet sudah lebih dari Rp100 juta,” ujarnya.

Bambang menyampaikan Kopdes Merah Putih Bentangan pada awalnya menggunakan skema konsinyasi atau titip jual untuk barang-barang seperti beras dari Bulog dan pupuk dari Pupuk Indonesia.

Namun, seiring waktu, beberapa lini bisnis seperti pupuk dan LPG 3 kg sudah dibeli secara mandiri. Meskipun demikian, tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan modal.

"Terus terang, kendala utama kami adalah modal. Kami putar uang yang ada untuk kulakan (belanja)," kata Bambang.

Saat ini, Bambang mengatakan masih menunggu sosialisasi dari pemerintah terkait tata cara pengajuan pinjaman ke bank Himbara. Dukungan pendanaan ini sangat diharapkan untuk melengkapi ketersediaan barang.

"Barang yang ada di koperasi masih terbatas, baru kebutuhan pokok saja. Kalau modal sudah ada, pasti kami akan lengkapi," katanya.

Terkait penjualan, Kopdes Bentangan menjual LPG 3 kg seharga Rp19.000, beras SPHP dari Bulog seharga Rp62.000, dan minyak goreng Minyakita seharga Rp15.500.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.