- Home
-
- Luar Negeri
-
- Swiss Usulkan Kilang Emas ...
Swiss Usulkan Kilang Emas di AS untuk Kurangi Tarif Perdagangan Trump
Kamis, 11 Sep 2025, 19:45 WIBJAKARTA â Pemerintah Swiss tengah mengusulkan agar industri emasnya membangun kilang baru di Amerika Serikat atau menambah kapasitas pemrosesan emas di sana, sebagai bagian dari strategi untuk mengurangi tarif perdagangan tinggi yang diberlakukan Washington. Langkah ini dilakukan menyusul keputusan Presiden Donald Trump pada 7 Agustus lalu yang menetapkan tarif hingga 39 persen terhadap impor barang Swiss, setelah sebelumnya menghapus tarif untuk industrinya sendiri pada awal tahun.
Defisit perdagangan antara AS dan Swiss sebagian besar dipicu oleh ekspor bahan kimia, produk farmasi, serta emas dari Swiss. Sejak kebijakan tarif itu berlaku, pemerintah Swiss bersama kalangan swasta aktif mencari solusi untuk menurunkannya. Menurut sumber yang mengetahui diskusi tersebut, industri emas Swiss dipandang perlu memperluas kapasitas penyulingannya di AS agar aliran perdagangan kedua negara lebih seimbang.
Rencana itu dapat berupa pembangunan kilang emas baru atau penambahan kapasitas kilang yang sudah ada di Amerika Serikat. Kementerian Ekonomi Swiss menegaskan bahwa pembicaraan dengan Washington sedang dilakukan secara rahasia di berbagai level, meskipun pihaknya enggan memberikan komentar rinci mengenai isi perundingan.
Presiden Asosiasi Logam Mulia Swiss (ASFCMP), Christoph Wild, juga menolak berkomentar soal kemungkinan pembangunan kilang baru. Namun, ia menekankan bahwa selama emas masih berkontribusi pada defisit perdagangan, industri harus menemukan solusi.
âHal ini bahkan dapat dilakukan dengan memenuhi permintaan AS dari dalam Amerika Serikat,â ujarnya.
Menteri Ekonomi Swiss Guy Parmelin pekan lalu telah menggelar pertemuan yang disebutnya berlangsung âkonstruktifâ dengan sejumlah pejabat ekonomi utama pemerintahan Trump. Menurut sumber, rencana pembangunan kilang emas sudah masuk dalam agenda diskusi tersebut, meski negosiasi antar kedua negara masih terus berlanjut.
Selain emas, Swiss juga menawarkan berbagai proposal lain untuk menyeimbangkan neraca perdagangan. Di antaranya adalah meningkatkan pembelian produk-produk Amerika, memperluas investasi perusahaan Swiss di AS, hingga membuka ruang lebih besar bagi ekspor gas alam cair (LNG) Amerika ke pasar Swiss.
Dalam sektor farmasi, Swiss berencana agar seluruh permintaan obat-obatan dari pasar AS bisa dipenuhi melalui fasilitas produksi yang berlokasi di Amerika. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan kapasitas produksi agar perusahaan farmasi Swiss dapat mengekspor langsung dari AS ke pasar global. Swiss juga berharap langkah ini bisa membebaskan industri farmasinya dari ancaman tarif baru dalam penyelidikan Pasal 232 AS, yang menilai apakah ketergantungan pada obat impor membahayakan keamanan nasional.
Meski demikian, asosiasi industri farmasi Swiss Interpharma menilai bahwa jika jasa turut diperhitungkan, sesungguhnya AS tidak mengalami defisit perdagangan dengan Swiss. Mereka mengingatkan bahwa membebani sektor farmasi dengan kewajiban produksi di AS bisa merugikan perekonomian Swiss, yang selama ini menjadi salah satu pusat farmasi dunia.
Sebuah laporan juga mencatat adanya tren global untuk memperbesar kapasitas produksi lokal demi melayani pasar besar seperti Amerika. Walau strategi ini bisa meredakan ketegangan perdagangan, Swiss tetap berisiko kehilangan sebagian daya tariknya sebagai pusat produksi farmasi internasional.
Tak hanya itu, pemerintah Swiss berencana meningkatkan belanja militer dari AS serta mengalihkan lebih banyak transaksi energi melalui Swiss, bukan London, demi membantu memperbaiki posisi neraca perdagangan.
- Swiss
- Tarif Dagang AS
- Kilang Emas
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
AZ Alkmaar Juara Piala Belanda 2025/26 usai Kalahkan NEC Nijmegen 5-1
-
BMKG: Sejumlah Wilayah di Indonesia Berpotensi Hujan Lebat–Sangat Lebat pada Kamis
-
Rupiah Masih Rentan, 24 April 2026
-
Sultan Oman Upayakan Mediasi Krisis AS-Iran
-
BMKG: Waspadai Potensi Hujan Lebat dari Sumatera Utara hingga Jawa Timur pada Rabu
-
Bank Indonesia Makin Keteteran Menahan Depresiasi Rupiah
-
Preview Qatar vs Swiss: Pembuktian sang Juara Asia saat Hadapi Kepercayaan Tinggi "The Nati"
Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Bijih Timah Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.