Mencermati Inflasi AS, Kamis 11 September 2025

Kamis, 11 Sep 2025, 08:55 WIB

JAKARTA – Rupiah diperkirakan bergerak cenderung men­datang, hari ini (11/9) seiring sikap investor yang menantikan petunjuk baru kebijakan moneter bank sentral Amerika Seri­kat (AS) atau The Fed dan dinamika di dalam negeri. 

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi melihat investor tengah mencermati data inflasi utama AS untuk Agustus 2025. Hal itu akan menguji spekulasi pe­mangkasan suku bunga The Fed.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Menurut Ibrahim, data inflasi utama AS bulan Agustus akan diawasi secara ketat untuk melihat tanda-tanda pe­ningkatan tekanan harga. “Mengingat, sebagian besar tarif perdagangan Trump mulai berlaku bulan lalu,” imbuhnya.

Dari dalam negeri, lanjutnya, investor menanti kepas­tian kabar pemerintah yang tengah menyiapkan stimulus tambahan untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Karenanya, dia memproyeksikan kurs rupiah ter­hadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antar­bank, Kamis (11/9), bergerak sideways di kisaran 16.420–16.470 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Rabu (10/9) sore, menguat se­besar 12 poin atau 0,07 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.470 rupiah per dollar AS. “Rupiah sempat men­jadi mata uang terkuat di Asia pada awal sesi. Penguatan ini terutama dipicu oleh ekspektasi pelonggaran moneter Amerika Serikat (AS) yang menekan dollar global,” ucap Research and Development Indonesia Commodity and De­rivatives Exchange ICDX Taufan Dimas Hareva di Jakarta.

Rupiah juga memperoleh sentimen positif dari harapan penurunan suku bunga The Fed seiring data tenaga kerja AS yang melemah, kendati rilis data inflasi AS tadi malam berpotensi mengubah arah sentimen global.

Meninjau sentimen dari dalam negeri, intervensi Bank Indonesia (BI) dinilai mampu menenangkan volatilitas. Na­mun, kepercayaan pasar tetap menunggu konsistensi kebi­jakan fiskal di bawah kepemimpinan baru Menteri Keuang­an (Menkeu) dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa.

“Isu pergantian Menkeu memunculkan keraguan inves­tor terhadap kredibilitas pengelolaan fiskal Indonesia, se­hingga memicu aksi wait and see di pasar keuangan,” kata Taufan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.