KEK Industropolis Batang Raup Rp1,5 Triliun, Bukti Daya Tarik Investor
Kamis, 11 Sep 2025, 21:50 WIBBATANG â Menggenjot investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi kunci untuk mendorong pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat daya saing nasional.
KEK dirancang sebagai lokomotif pertumbuhan dengan insentif fiskal, regulasi yang lebih sederhana, serta infrastruktur terintegrasi untuk menarik investor domestik maupun asing.
Dengan optimalisasi investasi, KEK dapat berperan sebagai pusat industri baru, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan ekspor bernilai tambah.
Namun, tantangan masih membayangi. Realisasi investasi di sejumlah KEK seringkali belum sejalan dengan target karena hambatan birokrasi, keterbatasan konektivitas logistik, dan kepastian hukum yang belum sepenuhnya terjamin.
Jika hambatan ini tidak segera diatasi, KEK berisiko hanya menjadi proyek "label" tanpa memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi daerah maupun nasional.
Oleh karena itu, upaya mempercepat investasi di KEK harus dibarengi dengan penguatan ekosistem bisnis: mulai dari penyederhanaan perizinan, jaminan infrastruktur berkualitas, penguatan SDM lokal, hingga promosi internasional yang agresif.
Dengan strategi yang tepat, KEK tidak hanya menjadi kawasan industri semata, tetapi juga motor penggerak transformasi ekonomi Indonesia menuju basis produksi yang lebih modern, inklusif, dan berorientasi ekspor.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menginformasikan bahwa PT LBM Energi Baru Indonesia salah satu perusahaan afiliasi global yang telah dikenal sebagai pemasok Lithium Iron Phosphate (LFP) di dunia, berinvestasi sebesar Rp1,5 triliun di KIT Batang.
Direktur Utama KEK Industropolis Batang Ngurah Wirawan di Batang, Kamis (11/9), mengatakan bahwa pada investasi tahap pertama senilai Rp1,5 triliun akan berdiri di atas lahan seluas 31,72 hektare dan dibagi dalam tiga fase pengembangan.
"Proyek ini diproyeksikan menyerap hingga seribu tenaga kerja lokal dengan rencana operasional pada Juni 2026," kata Ngurah Wirawan usai penandatangan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri (PPTI) antara KEK Industropolis Batang dan PT LBM Energi Baru Indonesia Batang.
Menurut dia, fasilitas ini akan berorientasi penuh pada ekspor dengan target kapasitas 150 ribu ton LFP dan 150 ribu ton FP per tahun.
Selain itu, kata dia, Industropolis Batang juga akan menjadi lokasi pusat riset dan pengembangan LFP terbesar di Indonesia dan menjadikan episentrum lahirnya inovasi baterai hijau yang menopang ekosistem kendaraan listrik, kapal listrik, motor listrik, hingga sistem penyimpanan energi masa depan.
"Kehadiran LBM di KEK Industropolis Batang adalah bukti nyata bahwa kawasan ini dipercaya oleh pemain global kelas dunia. Kami bangga Batang kini menjadi bagian penting dari rantai pasok energi baru dunia sekaligus membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional," katanya.
Chief Executive Officer PT LBM Energi Baru Indonesia Batang Washington Feng mengatakan pertimbangan dipilihnya KEK Industropolis Batang sebagai tempat investasi karena kawasan ini memiliki posisi strategis, infrastruktur berkelas, serta dukungan ekosistem investasi yang kuat.
"Kami akan menghadirkan pusat produksi sekaligus inovasi energi baru yang mampu menjawab kebutuhan pasar global," katanya.
Dengan langkah monumental ini, KEK Industropolis Batang kian tegak sebagai pusat industri hijau berkelas dunia sekaligus motor penggerak EV Ecosystem atau wadah pertemuan investasi internasional, teknologi mutakhir, dan talenta unggul Indonesia menuju masa depan energi baru.
- KEK Industropolis Batang
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kemlu RI Terus Pantau WNI di Mandalay, Kota Terparah Terdampak Gempa di Myanmar
-
Kalah Dua Gim Langsung di Babak Pertama BAC 2025, Dejan/Fadia Angkat Koper
-
Pengerahan 8.000 Personel ke Misi Perdamaian Gaza Dilakukan Bertahap
-
RSUD Yowari Disorot, Wamendagri dan Wamenkes Komit Perbaiki Layanan Kesehatan Papua
-
Nasib Mengenaskan Dialami Djokovic, Tersingkir di Laga Pertama
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.