- Home
-
- Megapolitan
-
- Disparitas Kaya-Miskin Bis...
Disparitas Kaya-Miskin Bisa Bahayakan Jakarta
Kamis, 11 Sep 2025, 01:05 WIBJAKARTA â Sebagai kota besar, Jakarta memiliki beban besar untuk mengikis disparitas. Jika tidak situasi demikian sangat berbahaya bagi kota besar. âOrang terkaya berada di Jakarta. Tapi orang miskin terbanyak juga mungkin ada di Jakarta,â ucap mantan Wapres Jusuf Kalla (JK). Menurutnya, disparitas ini adalah tantangan besar Jakarta sebagai kota besar.
JK menegaskan, Ibu Kota bukan hanya menjadi tempat tinggal orang-orang terkaya Indonesia, tapi juga dihuni warga dengan tingkat ekonomi terendah. JK menilai kondisi tersebut membuat variasi sosial Jakarta sangat tajam sehingga diperlukan upaya lebih serius untuk mencegah dampak buruk kesenjangan.
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini juga mengingatkan Jakarta harus segera mengatasi disparitas kaya-miskin. Untuk itu, lanjut JK, PMI juga memiliki peran penting dalam membantu masyarakat, khususnya mereka yang kesulitan. Ini mulai dari korban bencana, warga yang membutuhkan donor darah, hingga kelompok miskin perkotaan.
âPMI harus berjuang. Bukan hanya dalam batas-batas itu, harus bekerja untuk keselamatan dan kebaikan untuk kita,â katanya. Sementara itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung juga mengatakan bahwa tantangan terbesar Ibu Kota saat ini bukan lagi pembangunan infrastruktur, melainkan persoalan kesenjangan sosial.
Menurutnya, hampir semua indikator pembangunan Jakarta menunjukkan tren baik, kecuali gini ratio atau disparitas. âPersoalan di Jakarta, hampir semua indikatornya baik, kecuali satu, yaitu disparitas. Gini rasionya naik sedikit,â kata Pramono. Pramono pun menekankan secara bertahap memberi bantuan bagi warga tidak mampu. Salah satunya melalui program KJP, KJMU, hingga pemutihan ijazah.
âSaya sudah minta kepada jajaran, jangan ada pengurangan untuk KJP, KJMU, pemutihan ijazah. Itu semua untuk warga yang memang tidak mampu,â kata Pramono.
Menurut Pramono, pembangunan fisik Jakarta akan berjalan dengan sendirinya. Namun, yang lebih mendesak adalah mengatasi kesenjangan sosial di lapisan masyarakat. âProblem Jakarta bukan jalan utama: Sudirman, Thamrin atau Gatot Subroto. Problem utamanya ada di gang-gang atau di tempat-tempat warga yang tidak beruntung,â ujar Pramono.
Kebutuhan Darah
Sementara itu, diketahui kebutuhan darah Jakarta mencapai 1.000 hingga 1.200 kantong per hari. Stok darah untuk Jakarta aman. âJadi setiap hari, Jakarta membutuhkan darah antara 1000 sampai 1200 kantong untuk lebih dari 200 rumah sakit,â kata Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta Beky Mardani Beky di Balai Kota Jakarta, Rabu.
Selain itu, lanjutnya, terdapat pula masyarakat non-Jakarta yang berobat di Jakarta sehingga kebutuhannya cukup tinggi. Beky menjelaskan, ketersediaan kantong darah didapatkan dari donor darah yang selalu dilaksanakan setiap hari. Salah satunya donor darah yang dilakukan di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kramat, Jakarta Pusat yang dibuka selama 24 jam.
Tak hanya itu, Beky mengatakan donor darah juga diadakan di seluruh kota sehingga keikutsertaan masyarakat sangat penting agar ketersediaan kantong darah tercukupi. âPMI kota sudah punya unit pelayanan darah. Itu juga untuk pendonor sukarela. Selain itu, juga pendonor-pendonor yang datang dari berbagai kelompok masyarakat misal organisasi, komunitas, perusahaan bahkan juga kelompok-kelompok agama,â kata Beky.
Beky pun mengaku bersyukur bahwa Pemerintah Provinsi Jakarta memberikan bantuan dan dukungan untuk PMI. Selain membangun Markas PMI, Jakarta juga merupakan satu-satunya yang membantu mendanai laboratorium dengan teknologi yang mampu menjaga keamanan darah dari penyakit-penyakit menular.
âPemerintah Provinsi Jakarta satu-satunya yang memberikan dukungan khusus berupa keamanan. Keamanan dari penyakit-penyakit menular. Itu ada proses laboratorium yang membutuhkan biaya. Di situlah peran dari Pemprov untuk menjamin darahnya jadi tersedia, darahnya aman dan pasiennya terselamatkan,â kata Beky. Gubernur Jakarta Pramono Anung juga menyatakan bahwa Pemprov Jakarta sedang mencanangkan bulan dana PMI September ini.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara
Berita Terkait:
-
Donor Darah HUT ke-21 DPD
-
Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Danlanud Sultan Hasanuddin Hadiri Penen Raya Serentak di 14 Provinsi Bersama Presiden RI
-
BNPB: Tim Gabungan Dampingi 22 Korban Angin Puting Beliung di Sumedang
-
9.360 Peserta Ikuti Seleksi PPPK di Aceh Timur
-
Angka Fantastis! Industri Dunia Raup Rp4,2 Kuadriliun, Manufaktur RI Punya Andil Besar!
-
Kegiatan Sosial Kemasyarakatan melalui Donor Darah 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.