Charlie Kirk Pendukung Trump Tewas Ditembak, Obama hingga Biden Kecam Kekerasan Keji Terjadi di AS

Kamis, 11 Sep 2025, 15:17 WIB

Mantan Presiden AS Barack Obama mengutuk penembakan yang menyebabkan kematian influencer konservatif yang dikenal sebagai pendukung Donald Trump saat pilpres, Charlie Kirk pada Rabu (10/9).

"Kita belum tahu apa yang memotivasi orang yang menembak dan membunuh Charlie Kirk, tetapi kekerasan keji semacam ini tidak punya tempat dalam demokrasi kita," tulis Obama dalam sebuah unggahan di X yang dikutip USA Today.

Ket. Foto: Charlie Kirk, pendiri Turning Point USA, berbicara saat Konvensi Nasional Partai Republik di the Mellon Auditorium, Washington pada 24 Agustus 2020. — Sumber: USA Today

Kirk (31) ditembak saat sesi tanya jawab dengan mahasiswa dalam acara Turning Points USA di Utah Valley University di Orem, Utah.

Presiden Donald Trump mengonfirmasi kematian Kirk dalam sebuah unggahan di Truth Social, menyebut tokoh sayap kanan sekaligus sekutu dekatnya itu, "Hebat, dan bahkan Legendaris." Wakil Presiden JD Vance menulis di kolom X, "Berikanlah istirahat abadi untuknya, ya Tuhan," setelah pengumuman kematiannya.

Mantan Presiden Joe Biden menggemakan pesan Obama, dengan mengatakan di X, "Tidak ada tempat di negara kita untuk kekerasan semacam ini. Ini harus diakhiri sekarang."

Anggota Partai Demokrat lainnya menyuarakan kecaman yang sama. Gubernur California Gavin Newsom dalam sebuah pernyataan mengatakan, negara seharusnya "merasakan duka cita dan kemarahan yang mendalam atas kekerasan yang mengerikan.".

Dalam demokrasi, gagasan diuji melalui kata-kata dan debat yang dilandasi itikad baik — bukan melalui kekerasan," tulis Newsom.

Mantan Wakil Presiden Kamala Harris menambahkan ia "sangat terganggu" oleh penembakan tersebut dan bahwa "kekerasan politik tidak memiliki tempat di Amerika."

Ketua DPR dari Partai Republik, Mike Johnson, mengatakan kepada para wartawan sebelum mengheningkan cipta di ruang sidang, "Kejadian ini sungguh menjijikkan."

"Kekerasan politik telah menjadi hal yang terlalu umum dalam masyarakat Amerika, dan ini bukanlah jati diri kita," tambah Johnson. "Kita dapat menyelesaikan perselisihan dan pertikaian dengan cara yang beradab, dan kekerasan politik harus dikecam, dan harus dihentikan."

Kirk yang membantu meningkatkan dukungan untuk Trump di kalangan pemilih muda saat pilpres ditembak mati saat berbicara di sebuah acara di Universitas Utah Valle, pada Rabu (10/9).

Pembunuhnya masih diburu.

  • Penembakan Charlie Kirk

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.