TNI Sebut Massa yang Anarkistis Terlatih dan Terorganisir
Senin, 08 Sep 2025, 03:03 WIBTNI menyatakan kelompok massa yang bertindak anarkistis pada demonstrasi lalu cukup terlatih dan terorganisir. Namun, TNI enggan berspekulasi siapa yang menggerakkannya.
JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan TNI Brigadir Jenderal TNI (Mar) Freddy Ardianzah menyatakan kelompok massa yang bertindak anarkis saat demonstrasi beberapa hari lalu terlihat cukup terlatih dan terorganisasi.
Hal tersebut dikatakan Freddy untuk merespons pertanyaan soal banyaknya masyarakat yang menduga aksi pembakaran dan perusakan fasilitas umum dilakukan orang yang sangat profesional karena terkesan rapih.
âMemang kalau kita amati untuk polanya terlihat terorganisasi dan terlatih ya,â kata Freddy saat jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta Timur, akhir pekan kemarin.
Walau demikian, Freddy tidak mau menduga siapa pihak-pihak yang melatih aktor perusuh dan pelaku perusakan di tengah aksi demonstrasi beberapa hari lalu. Kapuspen juga tidak mau berspekulasi siapa pihak yang menggerakkan massa hingga akhirnya tercipta situasi anarkis.
Ia mengatakan bahwa TNI hanya fokus memperbaiki dan memperkuat sistem pengamanan agar peristiwa pembakaran fasilitas umum saat demonstrasi tidak terjadi lagi.
Dengan perbaikan tersebut, TNI diharapkan semakin siap dalam mendukung Polri menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Freddy menambahkan bahwa TNI juga akan terbuka dan menerima kritik masyarakat demi memperbaiki upayanya dalam menjaga stabilitas keamanan saat demonstrasi berlangsung.
âKita terbuka bagi pengamat-pengamat yang memberikan sebuah masukan bagi kami untuk berbenah mengevaluasi diri juga agar kita lebih cermat, lebih antisipasi kemudian lebih siap dalam melaksanakan upaya-upaya pencegahan,â jelas Freddy.
Bantah Terlibat
Dalam kesempatan itu, Freddy juga membantah lima informasi yang menyebutkan anggota TNI terlibat dalam aksi demonstrasi berujung anarkistis beberapa waktu lalu. âOleh karena itu pada kesempatan kali ini izinkan saya berupaya meluruskan beberapa hal yang kami anggap sebagai hoaks,â kata Freddy.
Freddy menjelaskan, berita hoaks pertama yang dibantah yakni anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) yakni Mayor SS yang dituduh jadi peserta aksi demo di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).
Freddy menjelaskan, SS hanya menjalankan tugasnya mencari informasi tentang aksi demonstrasi.
Berita hoaks ke dua yakni viralnya video yang menunjukkan seorang anggota TNI Pratu Handika Novaldo ditahan oleh polisi karena dituduh terlibat aksi demonstrasi di Sumatera Selatan, Minggu (31/8).
Freddy membantah keterlibatan Handika dalam aksi demo karena prajuritnya itu ditangkap saat sedang ingin mencari makan. Selanjutnya, Freddy membantah berita hoaks tentang seorang pria yang mengaku anggota TNI bernama Fajri Buhang di Sumatera Utara, Senin (1/9).
Menurut Freddy, petugas polisi sempat menangkap Fajri saat aksi demo berlangsung. Ketika diperiksa, Fajri mengaku sebagai anggota TNI namun tidak bisa menyebutkan asal satuan kartu tanda anggota.
Berita hoaks selanjutnya datang dari Ternate yakni seorang demonstran bernama Pascal Mamangkey ditangkap dan dituduh sebagai anggota TNI yang memprovokasi aksi anarkis, Senin (1/9).
Setelah ditelusuri, lanjut Freddy, Pascal hanyalah seorang pelajar berusia 16 tahun yang mengaku sebagai anggota TNI.
Terakhir yakni informasi hoaks tentang seorang demonstran yang mengaku disuruh anak seorang TNI untuk menyerang Mako Brimob Cikeas. Saat ditelusuri petugas, pria tersebut ternyata hanya mengaku - ngaku disuruh anggota TNI agar bisa lolos dari pemeriksaan petugas.
Sementara itu, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menangkap dua terduga provokator kerusuhan dan pembakaran Gedung Negara Grahadi, Surabaya, yang diduga mengerahkan puluhan massa.
âDari pengembangan ada dua pelaku yang mengaku mengerahkan atau mengajak massa kurang lebih 70 orang untuk bersama melakukan upaya perusakan kerusuhan pembakaran di gedung Grahadi,â ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast di Surabaya, Minggu (7/9).
Abast menjelaskan dua pelaku yang ditangkap Polda Jatim Kamis (4/9) malam itu berperan menyebarkan ujaran kebencian di media sosial dan memprovokasi kegiatan melawan hukum atau tindakan anarkis.
Sebelumnya, Polda Jatim telah menetapkan 42 tersangka dalam kerusuhan yang terjadi di Surabaya pada 29â31 Agustus 2025, termasuk pelaku pembakaran dan penjarahan di Gedung Negara Grahadi. Ant/S-2
- aksi anarkis
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mudik Lewat Tol MBZ? Jangan Lupa Persiapan, Kata Jasamarga
-
Digitalisasi Jalan Terus, Transaksi Keuangan Digital pada Februari 2025 Masih Cuan dan Bertumbuh
-
Ini Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Australia
-
Jejak Uang Panas dan Aktor Intelektual di Balik Demo Rusuh Jakarta, Polisi Bongkar Dugaan Makar yang Guncang Ibu Kota!
-
Hati-hati! Kalori Berlebih Pemicu Naiknya Berat Badan saat Puasa
-
Artis Cilik Mazaya Amania Berbagi Keceriaan Bersama Anak-anak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.