Pembudi Daya Ikan Air Tawar Papua Dilatih Produksi Pakan Sendiri, Dukung Keberlanjutan Usaha

Minggu, 07 Sep 2025, 22:25 WIB

JAYAPURA – Pembuatan pakan ikan mandiri menjadi langkah strategis bagi pembudidaya ikan air tawar untuk mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan yang harganya kerap fluktuatif dan membebani biaya produksi.

Dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang lebih terjangkau, pembudidaya dapat menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan efisiensi usaha.

Ket. Foto: Ilustrasi - Budi daya ikan keramba di Danau Sentani, Jayapura, Papua. — Sumber: Istimewa.

Selain itu, formulasi pakan mandiri memungkinkan penyesuaian kandungan nutrisi sesuai kebutuhan spesifik jenis ikan, sehingga pertumbuhan dan produktivitas lebih optimal.

Dari sisi ketahanan pangan, pakan mandiri juga memperkuat kemandirian sektor perikanan budidaya karena mengurangi kerentanan terhadap gejolak harga global dan keterbatasan pasokan impor.

Dengan dukungan pelatihan, teknologi, dan inovasi, pembuatan pakan mandiri dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan pembudidaya sekaligus memperkuat daya saing perikanan nasional.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua memberikan pelatihan pembuatan pakan ikan mandiri kepada 26 pembudidaya ikan air tawar di Kampung Nimbo Distrik Nimboran Kabupaten Jayapura.

Kepala Bidang Produksi DKP Papua Yan Weyeni di Jayapura, Minggu (7/9), mengatakan peserta pelatihan berasal dari Kampung Berap, Nimbo 1, Nimbo 2, serta siswa SMK Negeri 2 Nimboran.

“Pelatihan berlangsung selama tiga hari sejak 3 September, dengan materi pembuatan pakan alami untuk ikan air tawar,” kata Yan.

Menurut dia, kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat menekan biaya produksi, khususnya di tengah mahalnya harga pakan pabrikan.

“Pelatihan berfokus pada pemanfaatan bahan lokal dan metode fermentasi untuk meningkatkan nutrisi serta daya simpan pakan,” ujarnya.

Dia menjelaskan seperti diketahui saat ini harga pakan pabrikan semakin mahal oleh sebab itu para pelaku usaha di tuntut harus membuat inovasi dan kreativitas. Untuk itu pihaknya mengajarkan para pembudidaya agar lebih mandiri membuat pakan sendiri.

"Jika ada kesulitan, mereka bisa langsung berkonsultasi dengan pegawai balai yang ada di lokasi tersebut sehingga para pembudidaya ikan air tawar tersebut dengan mudah memahami pembuatan tersebut," katanya lagi.

Dia menambahkan apalagi peserta yang ikut tidak hanya dari pembudidaya setempat namun juga ada yang berasal dari siswa SMK Negeri 2 Nimboran sehingga dapat memberikan pengalaman langsung serta menambah keterampilan praktis yang bisa mendukung kompetensi di bidang perikanan.

"Kami berharap setelah pelatihan, para pembudidaya mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut sehingga dapat menekan biaya usaha dan meningkatkan kemandirian produksi pakan ikan di tingkat lokal. Ke depan kami lebih menyasar lebih banyak lagi para pembudidaya ikan air tawar yang ada di Provinsi Papua, karena ini salah satu upaya meningkatkan perekonomian keluarga," ujarnya.

  • Pembudidaya Ikan

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.