Tuchel Dalam Tekanan Jelang Laga Kualifikasi, Inggris Mulai Hitung Mundur Menuju Piala Dunia
Jumat, 05 Sep 2025, 09:00 WIBLONDON, INGGRIS â Timnas Inggris kembali ke jalur kualifikasi Piala Dunia pekan ini dengan pelatih Thomas Tuchel berada dalam tekanan besar. Serangkaian masalah masih menghantui skuad Tiga Singa yang terancam menggagalkan ambisi sang pelatih asal Jerman untuk merebut gelar juara tahun depan.
Awal masa kepemimpinan Tuchel belum meyakinkan. Laga melawan Andorra dan Serbia menjadi ujian penting baginya untuk memperbaiki kelemahan yang terlihat dalam empat pertandingan perdana.
Secara peringkat, Inggris memang masih kokoh di puncak Grup K dengan tiga kemenangan, enam gol tanpa kebobolan. Namun performa di lapangan bercerita lain. Inggris tampil tumpul saat menang 2-0 atas Albania pada debut Tuchel Maret lalu, dan butuh dua gol telat untuk menutupi kesulitan kala menekuk Latvia 3-0.
Lebih parah lagi, Inggris hanya menang tipis 1-0 atas Andorra di Juni, sebelum dipermalukan Senegal 1-3 dalam laga uji coba di Nottingham. Itu menjadi kekalahan pertama Inggris dari tim Afrika, yang langsung memicu kemarahan fans.
Citra sepak bola menyerang yang digadang-gadang Tuchel pun seketika dipertanyakan. Meski tiket Piala Dunia 2026 hampir pasti digenggam, ujian sesungguhnya adalah mengakhiri penantian gelar besar selama 60 tahun. Kemenangan meyakinkan atas Andorra di Villa Park pada Sabtu, lalu hasil positif di Belgrade kontra Serbia, akan menjadi pernyataan penting menuju Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Tuchel sudah memanggil 13 gelandang berbeda hanya dalam tiga skuad, bukti kesulitannya membangun keseimbangan di lini tengah. Declan Rice diminta berperan lebih maju seperti di Arsenal, sementara Jordan Henderson diplot lebih bertahan saat melawan Andorra. Namun di usia 35 tahun, Henderson diragukan bisa jadi solusi jangka panjang.
Absennya Jude Bellingham karena cedera menambah masalah. Situasi ini sekaligus memberi kesempatan pada Tuchel untuk melupakan komentarnya yang menuai kritik, ketika ia menyebut ibunya merasa âjijikâ dengan perilaku sang gelandang Real Madrid di lapangan. Komentar itu memaksanya meminta maaf dan menimbulkan tanda tanya soal manajemen personal.
Pilihan kini terbuka bagi debutan Elliot Anderson (Nottingham Forest) atau Ruben Loftus-Cheek (AC Milan) yang kembali dipanggil setelah hampir tujuh tahun, pemain yang sebelumnya tampil gemilang di bawah Tuchel di Chelsea.
Kemandekan di sepertiga akhir lapangan masih menjadi pekerjaan rumah. Cedera Bukayo Saka dan Cole Palmer menambah beban Tuchel. Tantangan utamanya adalah bagaimana memastikan Harry Kane, top skor sepanjang masa Inggris, tetap mendapat suplai bola cukup.
Marcus Rashford, Eberechi Eze, Anthony Gordon, Noni Madueke, dan Jarrod Bowen disiapkan sebagai opsi di sektor sayap.
Tuchel juga belum menemukan formula di lini belakang. Keputusan menempatkan Curtis Jones (Liverpool) sebagai bek kanan dan Reece James (Chelsea) di kiri saat melawan Andorra jadi bukti masih ada eksperimen tak wajar.
Keputusan mengejutkan lainnya adalah mencoret Trent Alexander-Arnold dari skuad, sembari memberi debut bagi Djed Spence (Tottenham). James tetap dipertahankan dan akan bersaing dengan Spence, Tino Livramento, serta Myles Lewis-Skelly untuk mengisi posisi bek sayap.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Formula 1: Antonelli Tak Mau Terbebani Gelar Usai Raih Kemenangan Sensasional di Monza
-
Jejak T-Rex Dewasa Pertama di Dunia Ditemukan di North Dakota, Usianya 66,5 Juta Tahun
-
Cegah ISPA, Dinkes Kepulauan Riau Anjurkan Warga Pakai Masker
-
Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara, Dampak Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau.
-
Jangan Diabaikan! Perempuan Penjaga Hutan Bisa Jadi Kunci Tangani Karhutla
-
Abu Vulkanik Bisa Bahayakan Tubuh, Dicky Budiman Ungkap Cara Tepat Membersihkannya.
-
Pariwisata RI Tumbuh, Kunjungan Wisman Mencapai 8,98 Juta hingga Juli 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.