Kluivert Cari Formasi Baru Tanpa Ole Romeny
Kamis, 04 Sep 2025, 07:42 WIBJAKARTA â Tim nasional Indonesia memasuki persiapan penting menghadapi laga uji coba FIFA Matchday September 2025. Meski dihantui absennya Ole Romeny akibat cedera, pelatih Patrick Kluivert optimistis Skuad Garuda tetap kompetitif dengan hadirnya dua penyerang naturalisasi baru, Mauro Zijlstra dan Miliano Jonathans.
Kedua pemain berdarah Belanda itu diharapkan menjadi solusi lini depan ketika Indonesia menjamu Taiwan, Jumat (5/6) dan Lebanon, Minggu (8/6) di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya. âYa, mereka bisa jadi solusi. Tapi saya juga punya pemain lain di posisi itu. Sangat disayangkan Ole Romeny tidak ada. Tapi dia akan digantikan dengan pemain lain,â ujar Kluivert.
Zijlstra sebelumnya sudah menuntaskan proses naturalisasi dan direncanakan membela Tim U-23 di kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Namun, keterlambatan administrasi membuatnya gagal bergabung. Sedangkan Jonathans baru akan merampungkan naturalisasi pada tanggal 4 September, sehari sebelum debut seniornya.
Meski demikian, Kluivert menyambut antusias kehadiran keduanya. âSaya sudah tidak sabar melihat permainan mereka,â ucap mantan striker Barcelona itu. Awalnya, Indonesia dijadwalkan menghadapi Kuwait dan Lebanon. Namun, Kuwait mendadak mundur sehingga PSSI bergerak cepat mendatangkan Taiwan sebagai pengganti.
âTentu saja kami tidak terlalu senang karena sulit menemukan lawan tepat dua minggu sebelum pertandingan. Untungnya Taiwan bersedia bermain,â ujar Kluivert usai latihan terbuka di Surabaya, Selasa (2/9). Meski gaya permainan Taiwan berbeda dari Kuwait, Kluivert menegaskan fokus utama tetap pada permainan tim asuhannya.
âTidak masalah bagaimana lawan bermain. Sebagai pelatih, saya fokus terlebih dahulu pada tim saya, bagaimana kami bisa menghadapi lawan dengan cara yang tepat,â tegasnya. Pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali, menilai laga ini penting untuk mengukur kesiapan Skuad Garuda jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026 menghadapi Arab Saudi dan Irak. Menurutnya, meski Taiwan bukan lawan selevel Kuwait, laga ini tetap punya nilai penting.
âYang harus diuji bukan sekadar kualitas lawan, tapi konsistensi permainan. Kluivert harus memastikan transisi menyerang dan bertahan berjalan mulus. Kehadiran Zijlstra dan Jonathans bisa menambah variasi serangan, tapi adaptasi mereka harus cepat,â ujar Akmal.
Uji coba di Surabaya hanyalah pemanasan menuju laga sesungguhnya pada bulan Oktober mendatang, ketika Indonesia menghadapi dua tim raksasa Asia, Arab Saudi dan Irak, di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kluivert menegaskan ingin menjadikan FIFA Matchday sebagai simulasi taktik. âBagi saya, terpenting bukan hanya hasil, tetapi bagaimana tim berkembang dan siap menghadapi tantangan besar di depan,â tandasnya.
Dukungan Suporter
Bagi Kluivert, laga ini juga menjadi pengalaman perdana melatih timnas di Surabaya. Kondisi stadion dan atmosfer kota membuatnya kagum. âLapangan di sini sangat bagus, cuaca fantastis. Saya sangat senang,â ujar Kluivert. Dia juga menilai publik Surabaya punya peran besar. Atmosfer stadion menurut Kluivert akan memberikan tambahan semangat.
Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menambahkan Jawa Timur sudah teruji sebagai tuan rumah ajang sepak bola internasional. âGelora Bung Tomo dan Gelora Delta dipilih karena kita yakin Jawa Timur aman untuk international match timnas kita,â ucapnya.ben/G-1
- Timnas Indonesia
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
John Herdman Cemaskan Permainan Sayap Bulgaria
-
PBB Sebut Butuh Waktu Lebih dari 7 Tahun untuk Bersihkan Puing di Gaza
-
Kabupaten Buru Maluku Surplus Beras 14.545 Ton
-
Indonesia Finis Peringkat Kedua pada ASEAN Para Games 2025 Thailand dengan 135 Medali Emas
-
Harga BBM Ditahan, Ketergantungan Energi Fosil Kian Dalam
-
Kim Jong Un Pamer Uji Rudal Hipersonik, Hantam Target Sejauh 1.000 Kilometer
-
Hadapi FIFA Series 2026, Sebanyak 41 Pemain Dipanggil Untuk Skuad Sementara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.