Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komitmen Hijau Pemerintah: 28 Gedung Berhasil Raih Sertifikasi Hijau

📅 Rabu, 03 Sep 2025, 17:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Komitmen Hijau Pemerintah: 28 Gedung Berhasil Raih Sertifikasi Hijau Doc: Antara
Ket. Presiden Direktur Schneider Electric Indonesia dan Timor Leste Martin Setiawan (kanan) memaparkan teknologi berkelanjutan kepada Ketua Umum Himpunan Ahli Elektro Indonesia Achmad Sutowo Sutopo di sela Innovation Day 2025 di Nusa Dua, Bali, Rabu (3/9).

Nusa Dua, 03/9 (ANTARA) - Sebanyak 28 bangunan gedung pemerintah termasuk di Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah mengantongi sertifikasi bangunan gedung hijau (BGH) sejak 2022 hingga September 2025 sebagai langkah untuk mendukung penurunan emisi karbon.

“Sektor bangunan gedung dan konstruksi memiliki peran besar terhadap isu perubahan iklim,” kata Kepala Balai Teknik Sains Bangunan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Fajar Santoso Hutahaean di sela forum Innovation Day 2025 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (3/9).

Dalam paparannya secara virtual, ia menyebutkan sektor bangunan gedung dan konstruksi mengonsumsi 30 persen dari total energi, sepertiga dari emisi gas rumah kaca yang setara 450 juta ton karbon dioksida (CO2).

Apabila tidak ada intervensi, sektor itu diperkirakan memunculkan emisi karbon sebanyak 1,5 miliar ton CO2 pada 2030.

Untuk itu, pemerintah telah menetapkan standar BGH dalam Peraturan Menteri (Permen) PUPR Nomor 21 tahun 2021 dan Bangunan Gedung Cerdas (BGC) dalam Permen PUPR Nomor 10 tahun 2023 guna mendorong pembangunan rendah karbon.

Hasilnya hingga September 2025, sebanyak 14 bangunan gedung pemerintah, 14 bangunan gedung di IKN, satu bangunan gedung swasta yaitu restoran, tujuh perusahaan di Jawa Barat milik pengembang, satu kawasan hijau di Jawa Barat dan satu kawasan hijau di IKN sudah mengantongi sertifikasi BGH.

Upaya itu membuka peluang replikasi lebih luas guna mempercepat terciptanya ekosistem bangunan berkelanjutan di tingkat nasional dan daerah termasuk di Bali sebagai barometer pariwisata Indonesia.

Sementara itu, Presiden Direktur Schneider Electric Indonesia dan Timor Leste Martin Setiawan yang menginisiasi forum tersebut menambahkan bangunan dan hunian berkelanjutan dapat tercapai jika pemerintah, industri, dan masyarakat saling bersinergi.

Selain itu, didukung pula teknologi yang memberdayakan masyarakat untuk memaksimalkan energi dan sumber daya.

“Sebanyak 70 persen emisi karbon bisa ditekan dengan teknologi,” ucapnya.

Caranya, lanjut dia, menyusun strategi peta jalan dekarbonisasi, kemudian mengukur dan memonitor energi dan karbon melalui digitalisasi serta upaya dekarbonisasi.

Upaya dekarbonisasi itu di antaranya menurunkan konsumsi energi melalui otomatisasi, transportasi berbasis tenaga listrik, hingga melakukan retrofit atau membarui sistem gedung untuk efisiensi energi.

Ia mengharapkan semua pihak termasuk pelaku usaha tanah air termasuk di Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia, mengoptimalkan adopsi bangunan dan hunian berkelanjutan.

Berdasarkan data International Journal of Sustainable Competitiveness on Tourism 2023, hotel bintang lima di Bali rata-rata konsumsi energi diperkirakan mencapai 183 kilowatt per jam (kWh) per kamar per hari, lebih besar dibandingkan Jakarta sebesar 131 kWh per kamar per hari. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.