Skuad Garuda Krisis 'Striker' Jelang Laga Uji Coba

Selasa, 02 Sep 2025, 07:19 WIB

JAKARTA – Tim nasional Indonesia memulai pemusatan latihan di Surabaya dengan bayang-bayang persoalan serius di lini depan. Jelang dua laga FIFA Matchday kontra Taiwan (5/9) dan Lebanon (8/9), Garuda dipastikan kehilangan penyerang utama Ole Romeny yang masih cedera.

Absennya striker Oxford United itu menjadi kerugian besar bagi pelatih Patrick Kluivert. Sejak awal, Romeny diplot sebagai ujung tombak Timnas. Namun cedera kaki yang diderita di ajang Piala Presiden 2025 membuatnya harus menepi. Ole menjadi korban tindakan barbar pemain Arema, Paulinho, padahal hanya dalam laga Piala Presiden.

Ket. Foto: Pemain Timnas Indonesia saat sesi latihan jelang melawan Timnas China di Stadion Madya, Komplek GBK, Senayan, Jakarta. — Sumber: ANTARA/Bayu Pratama S

Saat itu, Ole memperkuat Oxford United melawan Arema berkesudahan dengan skor 0-4 Kamis (10/7/2025) di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, dalam laga lanjutan Piala Presiden 2025 Grup A. Ole Romeny yang tampil sejak menit pertama mampu mencetak gol kedua Oxford United pada menit ke-9 lewat sebuah gol cantik. Akan tetapi, Paulinho Moccelin melakukan tekel keras tindakan barbar, yang memang sering terjadi di liga 1 (sekarang liga super) menit ke-13.

Tindakan barbar Paulinho membuat ole cedera berat karena engkel diinjak secara sengaja dengan sangat kasar. Ole Romeny harus dioperasi dan belum pulih sampai sekarang. Begitulah kekerasan di Liga 1.

“Siapa pengganti Ole masih tanda tanya. Mauro Zijlstra mungkin bisa diandalkan, tapi belum terbukti. Yang jadi pertanyaan, kenapa dua striker lokal seperti Septian Bagaskara dan Malik Risaldi tidak dipanggil,” ujar pengamat sepak bola nasional, Gita Suwondo. Menurutnya, Septian bisa menjadi opsi penyerang murni dari kompetisi lokal.

Namun, dia memang belum dimainkan Dewa United musim ini. Sedangkan Malik Risaldi yang tampil konsisten bersama Persebaya, juga terabaikan. “Kalau soal nomor sembilan, Septian sebenarnya real striker yang kita punya. Tapi lagi-lagi tidak dipanggil,” sambungnya.

Mulai Berlatih

Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, yang sudah tiba di Surabaya bersama asistennya Alex Pastor, memimpin latihan perdana mulai Senin (1/9). Dia memanggil 27 pemain. Jumlah itu bisa bertambah jika naturalisasi Mauro Zijlstra dan Milano Jonathan rampung.

Dua laga persahabatan di Stadion Gelora Bung Tomo tetap sesuai dengan agenda meski situasi Kota Surabaya sempat memanas akibat gelombang demonstrasi. “Semua pemain berkumpul mulai 1 September. Sampai saat ini jadwal pertandingan tetap berjalan,” tegas manajer Timnas, Sumardji.

FIFA Matchday September menjadi ajang pematangan strategi sebelum Timnas Indonesia menghadapi babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Pada tanggal 8 Oktober, Garuda bertemu Arab Saudi, lalu tiga hari kemudian bertemu Irak. PSSI menargetkan kemenangan dalam dua laga itu untuk menjaga asa lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Karena itu, laga kontra Taiwan dan Lebanon dianggap penting untuk menguji pola permainan.

Secara peringkat FIFA, Indonesia berada di posisi 118, di atas Taiwan (172), tetapi tertinggal dari Lebanon (112). Dibanding Taiwan, Lebanon diprediksi bakal jadi lawan lebih sulit. “Enggak mudah bagi kita menembus pertahanan Lebanon. Itu yang akan jadi ujian, apalagi kita enggak punya Ole. Siapa yang bisa menggedor? Itu PR besar,” ucap Gita.

Ramadhan Sananta tetap dipanggil usai tampil apik di Brunei Darussalam. Namun, beban berat tetap menanti lini serang Garuda. Tanpa Romeny, sorotan publik mengarah ke pilihan Kluivert: apakah memberi kepercayaan pada Sananta, menunggu Zijlstra, atau mencoba alternatif.

Dengan segala keterbatasan itu, dua laga FIFA Matchday di Surabaya akan menjadi barometer ketajaman Timnas Indonesia. Publik menunggu, apakah Garuda mampu menemukan solusi di lini depan sebelum bentrok krusial melawan Arab Saudi dan Irak bulan depan. ben/AFP/G-1

Daftar 27 Pemain Timnas

1. Joey Mathijs Pelupessy - Lommel SK (Belgia)

2. Marselino Ferdinan - Oxford United (Inggris)

3. Marc Anthony Klok - Persib Bandung (Indonesia)

4. Nathan Noel Romejo Tjoe-A-On - Willem II (Belanda)

5. Thom Jan Marinus Haye (Persib)

6. Ricky Richardo Kambuaya - Dewa United (Indonesia)

7. Jordi Amat Maas - Persija Jakarta (Indonesia)

8. Rizky Ridho Ramadhani - Persija Jakarta (Indonesia)

9. Jay Noah Idzes - US Sassuolo Calcio (Italia)

10. Mees Victor Joseph Hilgers - FC Twente (Belanda)

11. Justin Quincy Hubner - Fortuna Sittard (Belanda)

12. Muhammad Ramadhan Sananta - DPMM FC (Brunei Darussalam)

13. Ragnar Anthonius Maria Oeratmangoen - FC Dender (Belgia)

14. Nadeo Arga Winata - Borneo FC (Indonesia)

15. Ernando Ari Sutaryadi - Persebaya Surabaya (Indonesia)

16. Emil Audero Mulyadi - US Cremonese (Italia)

17. Kevin Diks - Borussia Monchengladbach (Jerman)

18. Sandy Henny Walsh - Buriram United (Thailand)

19. Shayne Elian Jay Pattynama - Buriram United (Thailand)

20. Dean Ruben James - Go Ahead Eagles (Belanda)

21. Yakob Sayuri - Malut United (Indonesia)

22. Calvin Ronald Verdonk - NEC Nijmegen (Belanda)

23. Eliano Johannes Reijnders - PEC Zwolle (Belanda)

24. Stefano Jantje Lilipaly - Dewa United (Indonesia)

25. Egy Maulana Vikri - Dewa United (Indonesia)

26. Yance Sayuri - Malut United (Indonesia)

27. Beckham Putra Nugraha - Persib Bandung (Indonesia)

  • Timnas Indonesia

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.