Dipedal Sejak 7 Juta Tahun Lalu
Selasa, 02 Sep 2025, 07:35 WIBNENEK moyang manusia paling awal yang diketahui, manusia kera bernama Sahelanthropus tchadensis yang hidup di Afrika sekitar 7 juta tahun yang lalu. Berdasarkan temuan fosil, mereka kemungkinan besar berjalan tegak selama sebagian besar waktu, menurut sebuah studi baru.
Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan berjalan tegak yang dikenal sebagai berjalan dengan dua kaki atau bipedalisme muncul sangat awal dalam silsilah keluarga manusia. Hal ini memperkuat gagasan bahwa hal itu mungkin merupakan ciri evolusi dari garis keturunan kita.
âKesimpulan kami adalah kemungkinan besar kita memiliki ciri-ciri yang berkaitan dengan gerak bipedal pada Sahelanthropus,â kata Franck Guy, seorang paleoantropolog di Universitas Poitiers dan peneliti di lembaga ilmiah Prancis CNRS, yang merupakan salah satu penulis studi tersebut.
Studi yang dilakukan Guy dan rekan-rekannya, yang diterbitkan Rabu di jurnal Nature, didasarkan pada penilaian ulang terhadap tiga tulang tungkai yang telah menjadi fosil sebuah tulang paha dari paha dan dua tulang hasta dari lengan bawah yang ditemukan di Gurun Djurab, Chad, di tepi selatan Sahara, lebih dari 20 tahun yang lalu.
Sebuah tengkorak tunggal dari individu Sahelanthropus, yang dijuluki Toumaï yang berarti âharapan hidupâ dalam bahasa Daza setempat ditemukan di lokasi yang sama, dan sejak itu telah terjadi perdebatan mengenai apakah itu nenek moyang manusia. Namun, studi baru ini memperkuat dugaan bahwa memang demikian.
Para peneliti berpendapat bahwa Sahelanthropus hidup hanya beberapa juta tahun setelah nenek moyang terakhir manusia modern yang juga berjalan tegak dan simpanse, yang tidak. Meskipun alasan nenek moyang kita mulai berjalan dengan dua kaki masih banyak diperdebatkan oleh para ilmuwan, kemungkinan besar bipedalisme menghasilkan otak yang lebih besar untuk mengendalikan tungkai depan yang kini lebih bebas, yang kemudian berkembang menjadi tangan manusia.
Berjalan tegak juga telah disarankan lebih hemat energi daripada memanjat, dan bahwa hominin purba menghadapi perubahan iklim yang mengharuskan mereka fleksibel dalam mencari makanan. Kemampuan intelektual tingkat lanjut, seperti penggunaan alat, bahasa, dan pemikiran abstrak, diperkirakan muncul jauh setelahnya.
Salah satu ciri khas tengkorak Toumaï adalah lubang untuk sumsum tulang belakangnya terletak di depan lubang serupa pada kera yang tidak berjalan tegak, yang menunjukkan bahwa tengkoraknya berada di atas tulang belakangnya, alih-alih di depannya.
Umat manusia terpisah dari kelompok simpanse selama Miosen akhir, kemungkinan besar antara 10 dan 7 juta tahun sebelum masa Âkini. hay
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.