Besar Sekali Target Investasi Kepri. Yakin Bisa Tercapai?

Selasa, 02 Sep 2025, 13:59 WIB

BATAM – Angka 57 triliun yang merupakan target investasi Kepri, jelas bukan jumlah kecil. Hebatnya, ini yakin tercapai. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menyebutkan target investasi tahun 2025 sebesar Rp57 triliun dapat terealisasi.

Kepala DPMPTSP Provinsi Kepri, Hasfarizal Handra, memaparkan hingga triwulan II, realisasi investasi mencapai 28 triliun, dari target rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) sebesar 39 triliun, dan target investasi nasional sebesar 57 triliun.

Ket. Foto: investasi — Sumber: ist

"Kami optimistis dapat mengejar target investasi nasional di triwulan III atau IV, karena ada beberapa investor baru masuk untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Sauh dan pengembangan PT Bintan Alumina Indonesia Galang Batang, dengan nilai investasi besar," kata Hasfarizal di Tanjungpinang, Selasa.

Hasfarizal menjelaskan per triwulan II, capaian investasi di Kepri didominasi penanaman modal asing (PMA) yang sebesar 19,8 triliun, dengan 4.300 perusahaan. Penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar 8,3 triliun, dengan 14.486 perusahaan. Dia menyampaikan ada lima sektor investasi paling besar di Kepri, meliputi industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya.

Kemudian pertambangan, lalu transportasi gudang dan telekomunikasi, berikutnya perumahan kawasan industri dan perkotaan, serta industri kimia dan farmasi. Sementara itu, untuk realisasi investasi PMA berdasarkan kabupaten/kota se-Kepri pada triwulan II 2025, antara lain Kota Batam 4 triliun, lalu Kabupaten Bintan 204 miliar, Kabupaten Karimun 154 miliar, Kabupaten Anambas 9 miliar, Kabupaten Lingga 33 miliar, Kabupaten Natuna 2 miliar, dan Kota Tanjungpinang 168 miliar.

Adapun realisasi PMA di Kepri triwulan II berdasarkan lima negara terbesar, yakni Singapura sebesar 478 ribu dolar AS, lalu Hong Kong 82 ribu dolar AS, Jepang 24 ribu dolar AS, Tiongkok 17 ribu dolar AS, dan Malaysia 16 ribu dolar AS. "Realisasi investasi PMA di Kepri per triwulan II masuk sepuluh besar tertinggi dari total 34 provinsi se-Indonesia," ungkapnya.

Hasfarizal melanjutkan Kepri menjadi salah satu primadona investasi di tanah air, karena letaknya yang strategis dan berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, hingga Thailand. Pemprov Kepri terus menggenjot investasi sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah dan nasional, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemprov ialah dengan mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi guna mendorong laju investasi di provinsi tersebut. "Melalui perda itu, pemprov akan memberikan insentif fiskal maupun nonfiskal kepada investor yang akan menanamkan modalnya di Kepri, termasuk jaminan kepastian hukum bagi para investor," demikian Hasfarizal.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.