Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK-Kemenhut Buka Keran Modal, Petani Hutan Tak Lagi Jadi Penonton Ekonomi

📅 Senin, 01 Sep 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
OJK-Kemenhut Buka Keran Modal, Petani Hutan Tak Lagi Jadi Penonton Ekonomi Doc: ANTARA/ARDIANSYAH
Ket. DUKUNG AKSES PERMODALAN - Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar (tengah) berdialog dengan perwakilan masyarakat perhutanan sosial Provinsi Lampung, di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman, Bandar Lampung, Lampung, Jumat (29/8).

BANDARLAMPUNG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersinergi memperluas akses permodalan bagi petani hutan yang mengelola perhutanan sosial untuk mengatasi keterbatasan akses keuangan. Selama ini, petani hutan kerap terjebak dalam lingkaran ekonomi subsisten karena kesulitan memperoleh modal usaha akibat keterbatasan agunan, minimnya literasi keuangan, serta tingginya risiko usaha berbasis hutan.

Dengan adanya kolaborasi ini, perhutanan sosial berpotensi berkembang lebih produktif dan berkelanjutan. Akses pembiayaan yang lebih mudah dapat mendorong diversifikasi usaha, meningkatkan nilai tambah hasil hutan, hingga memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekitar hutan. Selain itu, integrasi pembiayaan dengan skema keberlanjutan lingkungan akan memperkuat posisi perhutanan sosial sebagai instrumen pembangunan hijau (green economy).

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar mengatakan Lampung menjadi proyek percontohan kerja sama itu, sehingga perluasan akses permodalan dan penerimaan manfaat atas adanya pengelolaan hasil pengelolaan perhutanan sosial bisa makin meningkatkan kesejahteraan para petani hutan. “Beberapa hal pokok kerja sama OJK dengan Kementerian Kehutanan, meliputi pengembangan bauran kebijakan jasa keuangan serta kehutanan, pengembangan produk jasa dan infrastruktur keuangan berkelanjutan,” ujarnya di Bandar Lampung, Lampung, Jumat (29/8) malam.

Selain itu, lanjutnya, penyediaan tenaga ahli di bidang kehutanan serta sektor jasa keuangan, penyusunan kajian atau penelitian, penyediaan pertukaran ataupun pemanfaatan data atau informasi, peningkatan literasi serta inklusi keuangan di tengah kehutanan, peningkatan kapasitas, serta kompetensi sumber daya manusia.

Pada kesempatan sama, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan ada delapan area dalam kerja sama dengan OJK. “Paling esensial adalah memberikan petani hutan yang memiliki akses pengelolaan perhutanan sosial memiliki akses keuangan, serta permodalan terutama di perbankan," ujar Raja Juli.

Hingga saat ini, 8,3 juta hektare lahan sudah diberi akses pengelolaan perhutanan sosial. Jumlah masyarakat yang mendapatkan akses 1,4 juta orang serta 15 ribu kelompok usaha perhutanan sosial (KUPS) yang terbentuk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.